Cerita Mudik d\'Traveler
Tak Ada Toraja, Tasikmalaya pun Jadi!
Kamis, 09 Agu 2012 15:30 WIB
Sitti Romlah
Jakarta - Walaupun tidak bisa pulang ke Toraja, Sulawesi Selatan, menumpang kampung halaman teman di Tasikmalaya pun tak masalah. Panorama indah dari Garut menuju Tasikmalaya menjadi penangkal kerinduan yang ampuh.Kampung halaman nun jauh di Toraja sana, terkadang membuatku sangat rindu. Tapi, tak perlu sedih berkelanjutan, saya masih bisa berlibur ke daerah lain. Tahun lalu saya memilih Tasikmalaya sebagai destinasi libur Lebaran.Rasa syukur tetap saya rasakan walau tak bisa pulang ke Toraja. Panorama alam yang saya lihat sepanjang perjalanan Garut menuju Tasikmalaya, Jawa Barat tak kalah indah dengan Toraja.Β Tasikmalaya merupakan kampung halaman teman kerja. Tak apalah guna mengobati rindu pada kampung, menumpang mudik pun tak masalah. Perjalanan dari Garut menuju Tasikmalaya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Berhubung saat itu libur Lebaran, waktu yang dibutuhkan menjadi sekitar 4 jam.Padatnya kendaraan serta perbaikan jalan, membuat kemacetan semakin panjang. Untung saja pemandangan cantik yang membentang, mampu mengobati kejenuhan selama perjalanan. Guna menyegarkan pikiran, salah satu tempat singgah yang ada di pinggir jalan menjadi pilihan saya untuk beristirahat.Sawah yang terhampar luas, aliran air nan sejuk untuk membasuh peluh, membuat mata saya kembali segar. Ahh! Jangan terlalu lama beristirahat, kalau tidak nanti semakin malas melanjutkan perjalanan.Jika tidak terjadi macet, mungkin saya akan menyempatkan waktu lebih lama lagi di sini. Tapi, ya sudahlah perjalanan menuju Tasikmalaya pun saya lanjutkan.Tidak terasa saya pun tiba di Tasikmalaya. Sungguh luar biasa indah panorama di sini. Masih ada sawah dengan teras sengkedannya yang hijau dan panorama sekitarnya yang sejuk.Β Walaupun jalanan berkelok, tapi keindahan pemandangannya tetap berkesan. Saya pun berpikir, apakah kampung halamanku masih seperti ini? Saya harus tetap bersabar untuk bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu. Tasikmalaya pun bisa menjadi kampung halaman kedua yang tak akan terlupakan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru