Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Jul 2021 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jika Nanti Bisa Berangkat Haji, Simak Tips Ini Ya

anni rohimah
d'Traveler
Koper kecil (kabin) dan tas paspor
Koper kecil (kabin) dan tas paspor
Pada saat tiba di Asrama Haji, calon jamaah haji hanya membawa tas tenteng dan tas paspor. Koper besar dibawa oleh petugas.
Pada saat tiba di Asrama Haji, calon jamaah haji hanya membawa tas tenteng dan tas paspor. Koper besar dibawa oleh petugas.
Suasana di Masjidil Haram
Suasana di Masjidil Haram
Pada puncak haji atau Armina, jamaah membawa tas tenteng dan tas paspor. Koper besar ditinggal di hotel.
Pada puncak haji atau Armina, jamaah membawa tas tenteng dan tas paspor. Koper besar ditinggal di hotel.
Zam zam tower di area Masjidil Haram
Zam zam tower di area Masjidil Haram
detikTravel Community -

Pemerintah telah mengumumkan tahun ini tidak akan memberangkatkan jamaah haji. Namun bila nanti bisa berangkat saat pandemi usai, perhatikan cara packing ya.

Jamaah haji harus mengemas pakaian dan perlengkapan dalam 3 tas yang sudah disediakan oleh pemerintah. Tiga tas itu adalah tas paspor, tas koper kecil atau tas tenteng, dan koper besar.

Sebelum packing, yuk simak dulu tipsnya:

1. Perhatikan Gelombang Keberangkatan

Periode pemberangkatan calon jamaah haji ke tanah suci dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang 1 adalah jamaah yang landing di Madinah, sedangkan gelombang 2 landing di Jeddah dan langsung menuju Makkah.

Jamaah gelombang 2 perlu menyiapkan kain ihram di tas tenteng karena setibanya di Makkah akan langsung melaksanakan umroh. Adapun jamaah gelombang 1 bisa menyimpan kain ihram di koper besar. Jadi, berbeda gelombang keberangkatan berbeda pula isi tasnya.

2. Tak Perlu Bawa Alat Memasak

Di asrama haji, masing-masing koper akan dicek oleh petugas. Jika kedapatan membawa alat memasak, seperti penanak nasi (rice cooker), pemanas air (water heater) maka akan langsung disita petugas. Jika jamaah merupakan anggota Kelompok Bimbingan Jamaah Haji (KBIH) maka barang-barang yang di sita akan diurus oleh petugas KBIH. Barang sitaan tersebut bisa diambil di kantor KBIH seusai jamaah haji kembali ke tanah air.

Tak perlu khawatir, peralatan memasak bisa dibeli dengan mudah di toko tak jauh dari hotel jamaah haji di Makkah. Penanak nasi bisa dibeli seharga 60 hingga 70 Riyal. Ada pula penanak nasi bekas yang ditawarkan seharga 30 hingga 35 Riyal.



3. Tak Perlu Membawa senter

Banyak yang berasumsi, senter perlu dibawa untuk memudahkan mencari kerikil di Muzdalifah. Faktanya, sebagian jamaah haji akan mendapat kerikil dari pihak muasasah atau penyelenggaran haji.

Jika tidak mendapat kerikil, jamaah tak perlu khawatir, penerangan di Muzdalifah sangat memadai, tak perlu senter lagi.

4. Membawa toileters dalam kemasan sachet

Sebenarnya toileters seperti sabun mandi, sikat gigi, bisa dibeli dengan mudah di Arab Saudi. Namun sah-sah saja jika akan membawanya dari tanah air. Jika membawa toileters pilihlah kemasan sachet. Jika membawa kemasan toileters botol maka akan disita oleh petugas karena melebihi ukuran yang ditetapkan maskapai yakni 100 ml.

5. Membawa obat-obatan secukupnya dalam tas paspor

Selama di perjalanan menuju tanah suci, tas paspor dan tas tenteng dibawa sendiri oleh jamaah. Adapun koper besar terpisah dari jamaah. Jika membawa obat, jangan simpan semuanya di koper besar atau tas tenteng, sisihkan sebagian di tas paspor.

Hal ini berguna jika sewaktu waktu membutuhkan obat, cukup ambil di tas paspor. Selain obat-obatan, jamaah haji juga bisa membawa balsam, minyak aromaterapi roll-on, dan minyak angin dalam kemasan kecil.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA