Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 26 Jul 2022 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menelusuri Rawa Bento, 'Amazon' dari Sumatera

Riyanto
d'Traveler
Kawasan Piknik Rawa Bento
Kawasan Piknik Rawa Bento
Kapal menyusuri sungai
Kapal menyusuri sungai
Kerbau di Kawasan Rawa Bento
Kerbau di Kawasan Rawa Bento
Foto di lokasi piknik Rawa Bento
Foto di lokasi piknik Rawa Bento
detikTravel Community -

Di Provinsi Jambi siapa tak kenal kawasan Rawa Bento, salah satu kawasan rawa tertinggi di Indonesia ini merupakan salah satu objek wisata wajib jika berkunjung ke Kerinci. Selain karena pemandangannya yang benar-benar memikat, Rawa Bento juga merupakan salah satu habitat penting bagi beberapa jenis burung air migran.

Rawa Bento sendiri berada di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Merupakan salah satu kawasan yang berada di area Taman Nasional Kerinci Seblat. Saat ini kawasan Rawa Bento dikelola oleh Bumdes Bento Jaya sebagai kawasan wisata, yang berada dibawah pengawasan TNKS.

Seiring dengan pengelolaan yang baik Kawasan Rawa Bento, sekarang terus menjadi andalan objek wisata Kabupaten Kerinci. Menikmati akhir pekan kemarin kami mencoba memilih Rawa Bento sebagai destinasi liburan, saya sendiri sebenarnya lebih menyebutnya sebagai Amazon nya Sumatera, karena sungainya yang dikelilingi hutan rawa yang lebat.

Menempuh perjalanan hampir dua jam dari Kota Sungai Penuh akhirnya kami sampai di Desa Jernih Jaya. Lalu kami segera menuju kawasan Rawa Bento. Sampai di dermaga Rawa Bento kami menuju loket pengelola, di sana kami disajikan beberapa paket kegiatan yang bisa dinikmati.

Selain ada paket penyewaan perahu harian, ada juga paket penyewaan untuk camping dan paket camping eksklusif. Karena kebetulan kami tidak bermalam jadi kami memilih paket penyewaan perahu harian seharga Rp 500.000. Setelah membayar kami kemudian diarahkan ke dermaga untuk naik perahu oleh 2 orang petugas yang nantinya akan mendampingi kami diperjalanan, sekaligus bertugas sebagai sopir perahu.

Tidak berapa lama mesin perahu mulai menyala, suara nya menggelegar yang membuat riak air di Sungai Batang Sangir. Kapal bergoyang sejenak sebelum melaju, dan sebentar kemudian kami sudah berlayar dengan perahu kayu berkapasitas 10 orang, menyusuri aliran Sungai Batang Sangir.

Dari cabang sungai pertama kami disajikan pemandangan enceng gondok, kayu apu dan rumput bento yang mengapit tepian sungai. Rumput bento sendiri merupakan salah satu spesies mayoritas penghuni kawasan ini. Lalu sesekali tanaman enceng gondok, hanyut ditengah sungai, karena memang melekat pada tanah rawa yang rapuh.

Perahu kami perlahan masuk ketengah kawasan rawa, bergantian sekarang pohon-pohon besar nan rimbun mengapit tepian sungai. Hutan lebat, hijau dikelilingi rumput bento, membuat perjalanan terasa kian sunyi, sesekali tampak beberapa burung mingran bertengger di dahan kayu.

Rawa ini sendiri merupakan salah satu habitat penting bagi beberapa jenis burung air migran seperti trinil semak, trinil pantai, dan berkik rawa. Semakin ke dalam semakin banyak kami menjumpai spesies rawa, lalu tampak beberapa ekor kerbau sedang memakan rumput di tepian sungai, yang mana menurut tim rawa bento itu adalah kerbau milik masyarakat sekitar yang sengaja dilepas bebas untuk mencari makan, nanti nya akan dibawa kembali ketika akan dijual.

Cuaca hari itu sedang cerah, langit biru dan awan putih berjejer sepanjang jalan, di belakang tampak puncak Gunung Kerinci kokoh menjulang. Lalu tidak berapa lama lepas dari kawasan hutan yang rimbun, nampaklah dataran hijau luas sepanjang sisi kiri dan kanan sungai, kerbau-kerbau semakin banyak, lalu tampak juga rombongan bangau putih yang terbang mendekat ke arah rombongan kerbau.

Tempat yang kami tuju adalah sebuah dataran luas pada salah satu cabang anak Sungai Batang Sangir. Setelah 30 menit perjalanan melewati kawasan hutan yang lebat akhirnya kami sampai juga dilokasi wisata. Tim Rawa Bento segera menyiapkan perlengkapan santai, seperti kursi, meja dan tikar, tepat di bagian tengah lokasi yang kebetulan ditumbuhi pohon-pohon rawa yang besar.

Tidak terasa sampai sore menikmati kawasan rawa, dan beruntung sekali saat itu cuaca cerah hingga kami kembali ke dermaga.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA