Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Sep 2012 15:45 WIB

DESTINATIONS

Naik Bendi dan Aneka Cara Asyik Menikmati Bukittinggi

Afif Farhan
detikTravel
Naik bendi keliling Bukittinggi, seru! (Afif/detikTravel)
Bukittinggi - Ada banyak cara menikmati Bukittinggi, mulai dari naik bendi hingga naik ke atas Jam Gadang. Selain itu, masih banyak lagi cara asyik berlibur di tanah kelahiran Bung Hatta tersebut. Mau tahu?

Siapa yang tidak tahu Bukittinggi? Ada Ngarai Sianok dan Jam Gadang sebagai destinasi yang terkenal di sana. Berjarak dua jam saja dari Padang, Bukittinggi menanti Anda dengan segudang pesonanya.

Salah satu cara aysik mengelilingi Bukittinggi adalah dengan naik bendi. Kendaraan khas Bukittinggi ini berupa kereta yang ditarik dengan kuda. Bedanya, bangku penumpang di bendi lebih rapat atau lebih sempit daripada bangku penumpang pada delman.

Tidak sulit untuk menemukan bendi. Hampir di sepanjang jalanan, Anda dapat melihat kereta kuda ini yang hilir mudik. Uniknya, di jalan sekitar Jam Gadang terdapat tempat parkir bendi. Di sinilah bendi-bendi ngetem untuk menunggu penumpang, seperti ojek saja.

Untuk naik bendi, Anda bisa melakukan tawar menawar dengan kusirnya. Biasanya, dikenakan biaya Rp 50 ribu untuk berkeliling ke Ngarai Sianok dan mengitari wilayah Jam Gadang. Hingga pukul 20.00 WIB, Anda masih bisa menemukan kereta kuda ini. Jangan lupa membawa kamera untuk memotret sudut-sudut Bukittinggi.

Suara khas tapak kuda yang 'tuk tik tak tik tuk' dan udara dingin khas Bukittinggi akan menemani perjalanan Anda di atas bendi. Badan pun sedikit bergoyang karena guncangan sepanjang perjalanan. Seru!

Aktivitas masyarakat dan rumah-rumah khas Minang dengan runcing yang menjulang, terlihat sejauh mata memandang. Kesejukan udara di Bukittinggi seolah menutupi teriknya matahari. Inilah keistimewaan Bukittinggi.

Puas naik bendi, kini saatnya naik ke atas Jam Gadang. Tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis untuk naik ke atasnya. Akan tetapi, pengunjung yang naik ke atas dibatasi sampai empat orang saja. Hal ini dikarenakan tangganya yang kecil dan sudah tua.

Dari atas Jam Gadang, Anda bisa melihat pemandangan yang cantik jelita. Rumah-rumah gadang dengan pepohonan hijau menghiasi tiap sudut kota ini. Kendaraan bermotor dan orang yang berlalu lalang pun terlihat kecil. Di kejauhan, Anda juga bisa melihat Ngarai Sianok yang menawan.

Selain itu, Anda juga bisa berkunjung ke rumah sang proklamator, yaitu Museum Rumah Bung Hatta. Museum ini adalah rumah asli milik Bung Hatta. Beliau menghabiskan masa kecilnya di rumah ini. Anda bisa melihat foto beliau bersama keluarganya, kisah hidup, buku-buku koleksi, bendi milik beliau, dan juga kamar beliau dilahirkan. Dijamin, Anda akan lebih mengenal sosok yang cerdas ini.

Lubang Jepang juga menjadi destinasi menarik lainnya. Lubang ini dibangun oleh pada zaman penjajahan Jepang yang saat itu menduduki Bukittinggi. Di lubang inilah, tentara Jepang bersembunyi dan menyekap para pribumi. Lubang Jepang memiliki panjang puluhan meter. Anda dapat menelusuri tiap lorongnya dan melihat ruang mesiu hingga menengok Ngarai Sianok dari lubang yang kecil. Seru!

Memasuki sore hari, jangan lupa suguhan nasi kapau. Rasanya yang gurih dan pedas akan memanjakan lidah Anda. Nasi kapau dapat Anda temukan di Pasar Lereng di dekat Jam Gadang.

Malamnya, saatnya menikmati teh talua yang khas. Teh telur ini akan menghangatkan badan dari dinginnya udara di Bukittinggi. Slruup! rasa teh bercampur telur sangat nikmat. Anda juga bisa menambah buah pinang sesuai selera.

Belum ke Bukittinggi kalau belum mencoba teh talua. Anda bisa menemukan minuman ini di sekitar wilayah Jam Gadang. Harganya pun tak lebih dari Rp 10 ribu saja. Selain teh talua, ada aneka kuliner lainnya seperti sate padang yang dapat Anda temukan di sana.

Itulah cara-cara asyik menikmati Bukittinggi. Selamat berkunjung dan miliki liburan tak terlupakan!

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT