Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 20 Jun 2018 16:30 WIB

DESTINATIONS

Menyeruput Kentalnya Kopi Santen Blora

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Depan Warung Kopi Santen Mbah Sakijah, Blora (Masaul/detikTravel)
Depan Warung Kopi Santen Mbah Sakijah, Blora (Masaul/detikTravel)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
Blora - Kopi punya berbagai jenis olahan yang enak diseruput. Begitu juga di Blora, ada satu yang lagi populer, yakni kopi santen/santan.

detikTravel mengunjunginya beberapa waktu lalu, namanya Kopi Santen Mbah Sakijah. Lokasi ada di Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora Kota, Blora.

Nama warung kopi santen ini diambil dari sang pendirinya yakni Mbah Sakijah. Sekarang, Kopi Santen Mbah Sakijah sudah dikelola oleh keturunan ketiganya.

"Awal mula kopi santen ini dari Mbah Buyut Sakijah. Dia mau bikin sayur dan santannya lebih, terus dicampur sama kopi. Lha kok enak. Jadi nggak sengaja bikinnya," kata Nur Komariah (32), cucu dari pendiri warung kopi santen.

Ini nih kopi santennya (Masaul/detikTravel)



Setelah neneknya itu meninggal, kopi santen diurus oleh ibunya Nur, yakni Rukini (60). Namun ibunya sedang sakit dan belum bisa diajak bicara.

Kembali ke kopi santen, Mbah Sakijah dari dulu memang sudah memiliki warung kopi di rumahnya. Kopi santen itu dicoba sendiri terus ditawarkan ke tetangganya.

"Saya ingat sekitar tahun 1987 itu sudah ada warung kopi. Jadi memang sejak kecil sudah ada," kata Nur.

Terkenal dari tahun 2000-an.

Nur Komariah (32), cucu dari pendiri warung kopi santen (Masaul/detikTravel)

Kopi Santen Mbah Sakijah mulai dikenal walau hanya dipasarkan dari mulut ke mulut. Sudah banyak orang yang datang dari tetangga desa hingga pejabat Blora.

"Bahkan pakar kuliner Bondan Winarno datang sendiri ke sini sekitar satu bulan sebelum meninggal. Ia tahu juga dari internet, memakai kereta ke sini dari Jakarta," jelas Nur.

Menyeruput Kopi Santen Mbah Sakijah

Kopi santen bisa di bilang sangat kental saat kopi telah dingin. Namun agak encer saat kopi masih panas.

Pengunjung di dalam Warung Kopi Santen Mbah Sakijah (Masaul/detikTravel)



Kopi santen ini diracik sedemikian rupa. Kopinya berasal dari kopi nangka dan kopi yang berwarna kuning.

Proses selanjutnya untuk 1 kilogram kopi dicampur 1,1/4 butir kelapa. (Kelapa itu dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan kopi lalu disangrai dan kemudian digiling.

"Semua proses itu kita lakukan sendiri. Kecuali penggilingan yang banyak harus menggunakan selep (mesin giling besar). Biasanya, kita habis 1 kwintal kopi untuk 5 hari," ungkap Nur.

"Kalau musim mudik hanya 2,5 hari se-kwintalnya," imbuh dia.

Mobil dan motor pengunjung di depan Warung Kopi Santen Mbah Sakijah saat lebaran (Masaul/detikTravel)

Soal resep awal di atas, traveler bisa mencobanya sendiri di rumah. Lalu resep selanjutnya adalah pembuatan kopi di dapur, yakni untuk santan dari 1 kelapa besar bisa digunakan membut 12 gelas.

Percampurannya kopi satu sendok makan dan 2 sendok makan gula. Mudah bukan?

"Pengen diperbesar lagi dan bikin cabangnya di kota. Tapi ada pula yang pengennya dipedasaan," tutup Nur.

Kopi Santen Mbah Sakijah bisa di bilang terjangkau, harganya hanya Rp 4 ribu rupiah per gelas. Ada pula minuman yang lain di warung dengan jam buka dari 06.00-21.00 WIB dan tutup di waktu Salat Maghrib ini. (msl/aff)

FOKUS BERITA

Ide Wisata Mudik 2018
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED