Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Sep 2018 19:35 WIB

DESTINATIONS

Begini Ritual Cuci Benda Pusaka Keraton Kaprabonan Cirebon

Sudirman Wamad
detikTravel
Ritual cuci benda pusaka di Keraton Kaprabonan Cirebon (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Keraton Kaprabonan Cirebon menggelar tradisi Suraan, 22 benda pusaka pun dibersihkan. Tradisi ini digelar setiap tanggal 10 bulan Sura dalam kalendar Jawa.

Setiap bulan Sura, keluarga Keraton Kaprabonan Cirebon di Cirebon, Jawa Barat membuat bubur dan mencuci pusaka. Ritual sakral pencucian pusaka itu dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Sultan Kaprabonan Cirebon Pangeran Hempi Raha Kaprabonan menyebutkan sebanyak 22 pusaka, seperti keris, tombak, pedang, dan lainnya dimandikan dengan menggunakan air kembang. Selain air kembang, puluhan pusaka itu digosok dengan air jeruk nipis dan buah asam.

"Pencucian benda pusaka ini tujuannya untuk merawat dan membersihkan pusaka, biar tidak berkarat. Jeruk nipis dan asam itu fungsinya agar mencegah karatan," ucap Hempi kepada awak media usai memandikan benda pusaka di komplek Keraton Kaprabonan Cirebon, Jumat (21/9/2018).

Begini Ritual Cuci Benda Pusaka Keraton Kaprabonan Cirebon(Sudirman Wamad/detikTravel)

Dari 22 pusaka yang dimandikan itu, lanjut Hempi, salah satu di antaranya merupakan peninggalan Syekh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunungjati yaitu keris Ki Jimat. Hempi menerangkan usia keris Ki Jimat sekitar 500 tahun.

"Keris Ki Jimat ini awalnya diserahkan ke Sultan Kanoman pertama Sultan Badrudin, kemudian diserahkan ke putra pertamanya Pangeran Raja Adipati Kaprabon. Sejarah singkatnya seperti itu, makanya keris Ki Jimat ada di sini (Keraton Kaprabonan)," ucapnya.

BACA JUGA: Kisah Lorong Ajaib di Cirebon yang Tembus ke Arab & China

Selain keris Ki Jimat, lanjut dia, adapula keris Ki Kambang yang merupakan warisan Sunan Gunungjati. Namun, Ki Kambang tak ikut dimandikan lantaran pemegang keris tersebut tak hadir dalam ritual tradisi Suraan.

"Ki Kambang ada di paman saya. Berhalang hadir pada hari ini. Setelah tradisi bubur Sura dan pencucian keris, nanti dilanjut dengan pertunjukan wayangan," ucap Hempi.

Begini Ritual Cuci Benda Pusaka Keraton Kaprabonan Cirebon(Sudirman Wamad/detikTravel)

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Cirebon memiliki potensi wisata religi dan budaya yang besar. Pemprov Jawa Barat, sambung Uu, bakal mengembangkan potensi wisata yang ada di Cirebon.

"Di sini (Cirebon) ada sejarah soal penyebaran Islam, kepemimpinan yang bisa kita lihat dari keraton-keratonnya. Keraton ini tidak ada di daerah lain yang ada di Jawa Barat. Tentu harus dikembangkan dan dilestarikan," ucap Uu.

Uu pun kagum dengan Keraton Kaprabonan yang telah merawat benda pusaka peninggalan zaman dulu, termasuk keris Ki Jimat. "Ini luar biasa, usianya 500 tahun ternyata pusaka ini (Ki Jimat)," ucapnya.

Begini Ritual Cuci Benda Pusaka Keraton Kaprabonan Cirebon(Sudirman Wamad/detikTravel)


(krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA