Terpopuler: Dua Singa Terakhir di Kebun Binatang Ini Harus Disuntik Mati

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terpopuler: Dua Singa Terakhir di Kebun Binatang Ini Harus Disuntik Mati

Tim detikTravel - detikTravel
Rabu, 11 Mar 2026 08:16 WIB
Dua singa barbary di Kebun Binatang Belfast bernama Thheiba dan Fidda
Singa Thheiba dan Fidda. Foto: (Instagram/@belfastzoo)
Jakarta -

Dua singa Barbary betina Kebun Binatang Belfast, Irlandia Utara dilaporkan mati pada usia 22 tahun. Kedua singa tersebut bernama Thheiba dan Fidda.

Keduanya selama ini dikenal sebagai dua singa betina terakhir di kebun binatang tersebut. Pihak pengelola kebun binatang menyampaikan kabar duka itu melalui pernyataan resmi.

Mereka menyebut kedua singa tersebut mati dengan tenang setelah mendapat perawatan intensif selama hidupnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan sedih kami sampaikan kabar bahwa dua singa betina Barbary yang tersisa di Kebun Binatang Belfast, Thheiba dan Fidda, telah meninggal dengan tenang," bunyi pernyataan pihak kebun binatang seperti yang dikutip dari BBC, Selasa (10/3/2026).

Sebelum dipindahkan ke Belfast, Thheiba dan Fidda tinggal di Kebun Binatang Port Lympne di wilayah selatan Inggris. Selama hidupnya, kedua singa itu disebut berperan penting dalam program konservasi internasional.

ADVERTISEMENT

"Selama hidup mereka, kedua saudari ini menerima perawatan luar biasa dan menjadi kontributor utama bagi konservasi sebagai bagian dari Program Ex-Situ EAZA (EEP), menghasilkan banyak keturunan dan membantu mengamankan masa depan singa Barbary, subspesies singa yang kini telah punah di alam liar," jelas pihak kebun binatang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Thheiba dilaporkan mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan mobilitas dan penurunan berat badan. Setelah melalui pemeriksaan dan penilaian dokter hewan, kebun binatang memutuskan untuk melakukan eutanasia guna mengakhiri penderitaannya.

"Singa adalah hewan sosial yang sangat mengandalkan kebersamaan dalam kelompok," terang pihak kebun binatang.

Thheiba dan Fidda diketahui hidup bersama dan memiliki ikatan yang sangat kuat. Karena itu, atas saran dokter hewan, pihak kebun binatang juga melakukan eutanasia terhadap Fidda untuk menghindari stres dan masalah kesejahteraan apabila ia harus hidup sendirian.

Kebun binatang juga menyebut mereka memiliki sejarah panjang dengan spesies singa Barbary. Singa jenis ini pertama kali datang ke Kebun Binatang Belfast pada 1960-an.

"Umur panjang Thheiba dan Fidda, ikatan kuat mereka, dan peran vital mereka dalam konservasi merupakan bukti komitmen jangka panjang kami terhadap perawatan dan konservasi spesies ikonik ini," lengkap mereka.

Sebagai informasi, Singa Barbary dikenal sebagai salah satu subspesies singa yang memiliki ukuran tubuh besar, terutama pada singa jantan. Ciri khasnya adalah surai hitam yang tebal serta bulu yang tumbuh di bagian perut.

Pada masa lalu, singa ini sering dikaitkan dengan kalangan kerajaan. Kaisar Romawi bahkan diketahui mengimpor singa Barbary dari Afrika Utara.

Di Inggris pada abad pertengahan, singa Barbary pernah dipelihara di Menara London. Pada 1937, para pekerja menemukan tengkorak dua singa Barbary jantan di parit bangunan tersebut.

Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Selasa (10/3/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads