Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Jun 2021 09:46 WIB

DETIKTRAVEL

Yenny Wahid Tak Terima Gaji, Hotel Messi Ada di Negara Terkecil

Tim detikcom
detikTravel
Hotel Messi di Andorra A Casa Canut
Hotel Lionel Messi. Foto: (Internet/A Casa Canut)
Jakarta -

Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid mengajukan penangguhan gaji. Ini karena kondisi keuangan maskapai makin parah.

Komisaris Independen Garuda Indonesia, Yenny Wahid mengajukan penangguhan gaji. Ini karena kondisi keuangan maskapai makin parah.

Diketahui, Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid membeberkan mengenai dewan komisaris yang mengajukan agar gajinya tak dibayar. Menurutnya, itu dilakukan karena kondisi maskapai pelat merah tersebut semakin parah.

"Berhubung kondisi makin parah, maka ada usulan agar gaji tidak dibayarkan dahulu untuk meringankan beban perusahaan," kata dia melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (2/6).

Dia menjelaskan dewan komisaris melakukan kesepakatan agar gaji mereka disetop sementara waktu untuk meringankan beban Garuda Indonesia. Langkah tersebut, bukan pertama kalinya mereka usulkan.

"Ini bukan yang pertama kali komisaris mengusulkan, karena sejak awal pandemi, dewan komisaris mengusulkan agar ada pengurangan gaji," sebutnya.

Dijelaskannya, sejak awal pandemi, komisaris dan direksi hanya dibayar 50% gaji. Makin tinggi jabatannya maka makin tinggi potongannya.

Disinggung soal hal itu, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra irit bicara. Secara, ia menyebut kalau hal itu di luar ranahnya.

"Komentar silahkan komentar, nggak apa. Ya saya catat. Pertanyaan yang paling penting boleh nggak saya lakukan itu? Ya kan? Itu aja sih, kita catat," pungkasnya pada detikTravel kala ditemui usai bincang kerjasama Garuda Indonesia dan Hotel Marriott di Hotel Westin, Kamis malam (3/6/2021).

"Tapi gini, saya menghargai, saya komunikasi juga dengan Bu Yenny terima kasih ini segala macam, memang kita menghemat. Terima kasih, tapi tentu saja kan kita mesti taat adjust dan aturan gitu supaya saya nggak satu hari saya atau management disalahkan di sosial, tapi kita diskusi banyak kok," tambahnya.

Bicara soal efisiensi, Irfan tak menampik kalau langkah itu telah dilakukan sejak awal pandemi menyerang tahun 2020 lalu. Namun, hal itu disebutnya tak jadi masalah besar untuk internal Garuda Indonesia.

"Tahun lalu kita melakukan penundaan gaji 50%, saya terima gaji penuh cuma sebulan dua bulan lho. Hari ini kita menunda gaji nggak masalah kok, cuma kadang-kadang kondisi," tutupnya.

Dari catatan detikcom, Garuda Indonesia melakukan pemotongan pembayaran gaji terhitung mulai April-Juni 2020. Besaran pemotongan ditetapkan berdasarkan beberapa kategori sesuai tingkat jabatan. Berikut rinciannya:

1. Direksi dan Komisaris: 50%
2. Vice President, Captain, First Office, dan Flight Service Manager: 30%
3. Senior Manager: 25%
4. Flight Attendant, Expert dan Manager: 20%
5. Duty Manager dan Supervisor: 15%
6. Staff (Analyst, Officer atau setara) dan Siswa: 10%

Selain itu berita soal Yenny Wahid dan Garuda Indonesia, berita terpopuler detikTravel lainnya adalah tentang pesebakbola Lionel Messi yang membuka hotel baru di negara Andorra. Negara ini salah satu negara paling aman dan terkecil dunia.

Berikut ini 10 berita terpopuler detikTravel, Minggu (7/6/2021):



Simak Video "Ada Dugaan 'Ketok Harga' Pengadaan Pesawat, DPR Minta Garuda Diaudit"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA