Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Des 2013 07:36 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Panglima Islam di Kerajaan Batak

detikTravel
Seorang pemandu lokal sedang menjelaskan sejarah (Agnes/detikTravel)
Samosir - Kisah-kisah dari Raja Sidabutar di Tomok, Pulau Samosir, Sumut, selalu asyik untuk didengar wisatawan. Ada sejarah hubungan Islam dan Batak yang kompak.

Awalnya, sebelum mengenal Kristen sampai sekarang ini, orang Batak menganut kepercayaan malim atau parmalim. Dalam kepercayaan itu, penganut dilarang makan daging babi, anjing, dan darah.

Sedangkan di Pulau Samosir sendiri, sebelum misionaris asal Jerman, Dr Ludwig Ingwer Nommensen pada 1881 tiba di Toba, raja kedua Sidabutar II sudah mengenal agama Islam. Pemandu lokal komplek pemakaman Raja Sidabutar mengatakan suku Batak sudah mengenal hubungan dengan orang-orang Aceh melalui perdagangan.

"Patung di bawah Raja Sidabutar kedua yang memakai songko itu adalah Tengku Muhammad Said dari Aceh," kata pemandu kepada detikTravel saat berkunjung ke Pulau Samosir pekan lalu.

Tengku Muhammad Said tiba di Samosir untuk berdakwah. Serta, Tengku juga belajar budaya dan kesaktian dari raja Sidabutar II.

"Raja kedua tidak memeluk agama Islam. Tengku malah menjadi panglima perangnya dan berhasil memperluas wilayah Kerajaan Sidabutar di Sumatera Utara," katanya.

Uniknya, patung Tengku tangan kirinya menutupi kemaluan dan tangan kanannya berada di atas dengkul. Legendanya diyakini bahwa Tengku berhasil ekspansi wilayah karena saat di peperangan ia membuka bajunya sampai telanjang di depan musuhnya.

Agama Kristen baru diterima di masa Raja Sidabutar III saat datangnya Nommensen yang menjadi missionaris ke wilayah Toba. Raja Sidabutar III menjadi pemeluk pertama dan diikuti oleh rakyatnya.

Setelah itu, Suku Batak hingga kini banyak yang memeluk agama Kristen Protestan maupun Katolik. Makam rajanya pun cukup sederhana, dengan gambar salib di depan makamnya. Berbeda dengan kedua raja lainnya yang menggunakan peti terbuat dari bebatuan.

Hingga kini, wisata pemakaman raja-raja di Batak selalu ramai dikunjungi. Sama seperti kunjungan detikTravel pekan lalu.

Jangan lupa, sebelum kembali ke Pelabuhan Tiga Raja, kota Parapat, mampirlah ke pemakaman Raja Sidabutar, raja yang dipercaya berasal dari wilayah Pusuk Buhit yakni leluhurnya Suku Batak.

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA