Cirebon punya 4 vihara besar, yang tertua adalah Vihara Dewi Welas Asih. Vihara ini terletak di Jalan Jl Kantor No 2. Dari depan, arsitektur dan atmosfer khas Tionghoa sudah terlihat. Warna emas dan merah mendominasi, ukiran berbentuk naga menyulur di tiang-tiang bangunan.
Vihara Dewi Welas Asih adalah salah satu bangunan cagar budaya. Salah seorang sukarelawan vihara mengatakan, vihara ini ditujukan untuk Dewi Kwan Im.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vihara ini terbagi menjadi beberapa bagian. Altar utama terletak di bagian tengah, dikelilingi sesaji dan dupa. Namun, alangkah baiknya turis tidak mengambil foto apa pun di dalam sini. Ini untuk menjaga agar bangunan dan artefak tidak rusak, salah satunya oleh cahaya flash dari kamera.
Lilin-lilin raksasa berdiri di banyak tempat. Menariknya lagi, ada satu dinding besar khusus cerita Dewa-dewi umat Tionghoa. Dinding tersebut juga berusia sama dengan Vihara Dewi Welas Asih.
Di bagian belakang vihara, terdapat satu 'studio' tempat latihan barongsai. Rupanya, pertunjukan barongsai dari vihara ini pernah mendapat beberapa penghargaan baik domestik maupun internasional. Pertunjukan barongsai dari Vihara Dewi Welas Asih bahkan menyabet penghargaan dari kejuaraan barongsai di Penang, Malaysia.
Tak ada salahnya berkunjung ke vihara ini saat jalan-jalan ke Kota Udang. Tapi jangan lupa, ucapkan permisi dan berperilaku sopan. Mengobrol dengan para sukarelawan vihara, banyak cerita yang akan Anda dapatkan!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru