"Pulau Sangalaki memang menjadi tempat konservasi khusus untuk penyu. Telur- telur penyu yang ditemukan di pulau-pulau manapun akan ditaruh di sana," terang Memed, pemandu lokal dari Derawan Paradise kepada detikTravel di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim beberapa pekan lalu dalam kegiatan Fam Trip Australian Travel Agent dari Kementerian Pariwisata.
Dalam pantauan detikTravel, terdapat plang informasi di Pulau Sangalaki yang berjarak 45 menit dari Pulau Derawan ini. Plang yang ada tanda dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur tersebut berisikan imbauan dan larangan seperti, menangkap, melindungi dan memperniagakan mahluk-mahluk termasuk penyu di Pulau Sangalaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selamat datang di Pulau Sangalaki (Afif/detikTravel)
Begitu melangkahkan kaki ke bagian tengah pulaunya, terdapat kolam yang berisikan puluhan yang kadang bisa mencapai ratusan tukik. Inilah bayi-bayi penyu yang sangat menggemaskan!
"Ini tukiknya baru menetas langsung di bawa ke sini," kata Memed.
Kolam yang penuh tukik di Pulau Sangalaki (Yuniarto Prabowo/Istimewa)
Bermain dengan tukik (Afif/detikTravel)
Tahukah Anda, jenis penyu yang hidup di Kepulauan Derawan adalah penyu hijau. Umurnya bisa mencapai ratusan tahun, serta sangat mudah ditemukan baik saat snorkeling atau diving. Hal itu menjadi bukti, bahwa lautan di Kepulauan Derawan masih bersih dan sehat.
Beberapa orang dari rombongan Fam Trip Australian Travel Agent ini tak tahan ingin memegang tukik-tukiknya. Memed kemudian memberi pengarahan, boleh memegangnya dengan beberapa syarat seperti harus dipegang secara halus dan jangan lama-lama saat memegangnya.
"Kalau ingin dipegang, pegang bagian cangkangnya. Supaya tukiknya tidak gampang jatuh," tegas Memed mengingatkan.
Begini cara memegang tukik dengan benar (Afif/detikTravel)
Sungguh, tukik-tukik di Pulau Sangalaki ini benar-benar menggemaskan. Di dekat kolamnya pun lagi-lagi terdapat papan informasi mengenai kehidupan penyu dan ajakan untuk melestarikannya, seperti makanan-makanan penyu yang berupa rumput laut dan predator-predator yang memakan tukik atau telur penyu.
"Yang sering memakan terlur penyu itu biawak. Saat penyu bertelur dan naik ke pantai di malam hari, para biawak dengan sigap menguntitnya," ujar Memed.
Tiket masuk ke Pulau Sangalaki tidak terlalu mahal. Untuk wisatawan domestik, dipatok harga Rp 2.000 dan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 15.000. Mau snorkeling dan menyelam, boleh juga!
"Pulau Sangalaki merupakan salah satu spot favorit turis dan wisatawan dalam negeri. Terumbu karang di sini pun bagus-bagus bentuknya," kata Memed.
Penyu hijau yang mudah ditemukan di Kepulauan Derawan (Fitra/Derawan Paradise)
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam