Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Agu 2017 09:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengungkap Batu Berlubang Penuh Misteri di Garut

Baban Gandapurnama
detikTravel
Situs Pasir Lulumpang (Hakim Ghani/detikTravel)
Situs Pasir Lulumpang (Hakim Ghani/detikTravel)
Garut - Situs Pasir Lulumpang di Garut, Jawa Barat memang penuh misteri. Dari sekitar batu itu sering terdengar suara gamelan juga kuda sembrani.

Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat mengungkap asal usul batu berlubang di Situs Pasir Lulumpang, Kabupaten Garut. Batu tersebut merupakan peninggalan zaman Paleometalik.

"Batu berlubang itu bukan berasal dari masa megalitik, tapi peninggalan era paleometalik di saat akhir prasejarah," ucap Peneliti Utama Balar Jabar Lutfi Yondri saat berbincang dengan detikTravel via telepon, Jumat (4/8/2017).

BACA JUGA: Misteri Suara Gamelan & Kuda Sembrani di Situs Batu Berlubang Garut

Pernyataan Lutfi tersebut meluruskan informasi disampaikan Kepala Disbudpar Garut Budi Gangan yang mengatakan batu andesit memiliki lubang itu peninggalan zaman megalitikum. Lutfi mengaku telah meneliti keberadaan batu lumpang ini pada 1985.

Situs LulumpangSitus Pasir Lulumpang Garut (Hakim Ghani/detikTravel)


Ia menjelaskan, paleometalik ialah zaman kehidupan budaya masyarakat yang sudah mengenal benda terbuat dari bahan logam."Paleometalik itu patokannya pada zaman di akhir prasejarah hingga awal masehi," katanya.

Dia memastikan, batu khas memiliki lubang simetris itu karya tangan manusia. Lubang melingkar rapi di permukaan datar batu ini bukan terbentuk secara alami.

"Lubang itu memang sengaja mereka buat. Untuk membuat lubang simetris, butuh benda lain (alat melubangi) terbuat dari bahan logam. Tidak mungkin batu diadukan batu membentuk lubang sesimetris itu," ujar Lutfi yang sudah membukukan sejarah batu lumpang ini.

Keadaan sekitar Situs Pasir LulumpangKawasan sekitar Situs Pasir Lulumpang (Hakim Ghani/detikTravel)


Lebih lanjut ia menuturkan, adanya batu berlubang di lokasi yang sekarang menjadi situs cagar budaya ini bukti jejak dan ciri bahwa pernah bermukim masyarakat masa prasejarah. Menurut Lutfi, batu berlubang sebagai salah satu benda pelengkap kegiatan tradisi penghormatan arwah leluhur.

Lubang di batu itu fungsinya untuk apa?

"Itu kan (batu lubang) pada saat mereka melakukan upacara pengagungan arwah leluhur, digunakan untuk membuat makanan dengan bahan-bahan tertentu. Ditumbuk. Bisa juga mereka gunakan untuk memunculkan bunyi tetabuhan pada saat akan melakukan upacara. Tentu ada alunya yang dihantam-hantamkan ke dalam lubang," tutur Lutfi.

Di lokasi tersebut tersisa tiga batu berlubang. Keberadaan tiga batu itu pun berjejer menghadap timur ke barat mengikuti arah matahari.

"Jadi, namanya disebut Pasir Lulumpang itu karena ada batu lumpang di atasnya. Masyarakat setempat yang menamainya," ucap Lutfi.

Situs Pasir Lulumpang merupakan cagar budaya yang dilindungi pemerintah sejak tahun 2002 lalu. Namun, di balik keindahannya, cerita-cerita mistis datang dari warga sekitar lokasi situs. (bbn/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED