Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Mar 2018 17:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Makam Kehormatan Belanda di Menteng Pulo

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Ereveld Menteng Pulo di Casablanca (Randy/detikTravel)
Foto: Ereveld Menteng Pulo di Casablanca (Randy/detikTravel)
Jakarta - Di balik deretan gedung Jalan Casablanca, tersembunyi komplek pemakaman Ereveld Menteng Pulo. Selain indah, pemakaman ini menyimpan kisah dan pesan kemanusiaan.

Traveler yang pernah berziarah ke TPU Menteng Pulo atau tinggal di daerah Casablanca mungkin menyadari adanya pemakaman indah seperti di luar negeri. Ya, itulah Makam Kehormatan Belanda Menteng Pulo atau yang dikenal dengan Ereveld Menteng Pulo.

Bersama dengan Jakarta Good Guide, detikTravel pun melakukan tur jalan kaki ke Ereveld Menteng Pulo pada hari Minggu pekan lalu (25/3/2018).

Dipandu oleh Mery Manurung dari Jakarta Good Guide, saya dan peserta walking tour lainnya dibekali dengan informasi lebih dulu sebelum masuk ke komplek pemakaman. Kebetulan, rute Kuningan - Ereveld hari itu merupakan kali pertama bagi Jakarta Good Guide.

"Ini adalah Ereveld Menteng Pulo atau pemakaman Belanda. Di Jakarta ada 2, satu di Casablanca di Menteng Pulo dan satu lagi di Ancol," terang Mery.

Disambut oleh Direktur OGS Indonesia, Robbert (Randy/detikTravel)Disambut oleh Direktur OGS Indonesia, Robbert (Randy/detikTravel)
Setelah briefing singkat, saya beserta rombongan lain pun disambut dengan tangan terbuka di pintu masuk oleh Direktur Oorlogsgravenstichting (OGS) atau Yayasan Makam Kehormatan Belanda di Indonesia, Robbert C.J.M. van de Rijdt.

Seperti diketahui, OGS merupakan yayasan yang khusus menangani makam korban perang milik Belanda di seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Welcome to Ereveld Menteng Pulo, good to see you all," sambut Robbert dalam bahasa Inggris.

Mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana bahan hitam, Robbert yang merupakan warga negara Belanda langsung mempersilahkan kami masuk menuju Gereja Simultan yang juga digunakan sebagai tempat ibadah para peziarah. Sebetulnya gedung ini bukanlah gereja, tapi tempat berdoa untuk orang dari berbagai macam agama.

Robbert memberi latar belakang dan penjelasan terkait Ereveld (Randy/detikTravel)Robbert memberi latar belakang dan penjelasan terkait Ereveld (Randy/detikTravel)
Di dalam, Robbert menjelaskan sedikit latar belakang yayasan dan informasi seputar Ereveld Menteng Pulo yang berdiri sejak tahun 1946 serta makna di baliknya.

"Di seluruh dunia kami punya total 50 ribu lebih makam dari korban perang. Dari 50 ribu, 25 ribu korban perang berada di 7 Ereveld di Pulau Jawa. Tidak hanya orang Belanda tapi orang Indonesia juga dikubur di sini. Mayoritas orang Indonesia adalah prajurit KNIL (tidak hanya di Jawa tapi juga dari pulau-pulau lain di seluruh Indonesia). Dari 25 ribu korban sekitar 20% adalah tentara dan 80% orang sipil," terang Robbert.

Bagi yang tidak ingat, dahulu Pemerintah Hindia Belanda memiliki Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda yang beranggotakan orang Indonesia.

Dilanjutkan oleh Robbert, mayoritas orang yang gugur di sini merupakan korban dari kekejaman camp konsentrasi Jepang. Ada juga beberapa yang gugur saat perang antara Belanda dan Indonesia pada masa revolusi.

BACA JUGA: Mungkin Orang Asing Lebih Bisa Mensyukuri Jakarta

"Mayoritas mati di camp konsentrasi Jepang. Banyak juga korban orang Indonesia. Kami juga menghargai mereka," terang Robbert.

Berangkat dari fakta yang ada, Robbert pun mengajak saya dan para peserta tur lainnya untuk belajar dari sejarah. Bahwa sejatinya perang selalu menimbulkan korban yang tidak bersalah. Lebih lanjut, Robbert mengajak semua pihak baik Indonesia maupun Belanda untuk mencapai pemahaman bersama.

"Kami dari yayasan ingin memberi nilai lebih bagi pemakaman ini, termasuk juga untuk orang Indonesia," pungkas Robbert.

Namun tidak hanya Robbert, Direktur Utama OGS Theo WB Vleugels juga berkesempatan hadir. Selain membawahi seluruh pemakaman Belanda di seluruh dunia, Theo juga merupakan tentara veteran yang telah berkiprah selama 14 tahun.

"Ini bukan tentang politik atau benar salah, ini adalah tentang nyawa yang hilang akibat perang. Perang merupakan hal yang konyol. Saya berkiprah di militer selama 14 tahun, saya mengerti," ujar Theo.

Makam para pejuang KNIL yang tidak diketahui identitasnya dengan pasti (Randy/detikTravel)Makam para pejuang KNIL yang tidak diketahui identitasnya dengan pasti (Randy/detikTravel)
Usai sesi perkenalan, saya pun diajak untuk melihat makam para orang Belanda dan Indonesia yang terdapat di Ereveld Menteng Pulo. Tur pun dimulai dari sisi kiri depan yang didominasi oleh makam tentara KNIL.

"Ada sekitar 160 makam Muslim di sini," terang kepala Ereveld Menteng Pulo.

Setiap makam pun memiliki ciri khasnya masing-masing. Makam berbentuk salib untuk orang Belanda, makam kayu dengan tonjolan tiga untuk orang muslim, makam berbentuk bulat untuk orang Buddha dan bintang segi enam untuk orang Yahudi.

Mery, pemandu dari Jakarta Good Guide (Randy/detikTravel)Mery, pemandu dari Jakarta Good Guide (Randy/detikTravel)
Menariknya lagi, dapat dijumpai juga makam dari pihak tentara persemakmuran Inggris (Amerika, Kanada, Inggris, Australia) yang berdampingan dengan Ereveld Menteng Pulo. Seluruhnya merupakan korban dari pihak militer.

Namun walau dikelola oleh yayasan Belanda, tanah di Ereveld Menteng Pulo merupakan hibah dari Pemerintah Indonesia. Siapa pun diperbolehkan berkunjung selama jam buka Ereveld.

"Ini adalah tanah Anda (orang Indonesia), siapa pun boleh berkunjung kemari. Jika seandainya tidak ada orang, pencet saja bel di depan gerbang. Pasti ada orang yang akan datang," ujar Robbert sambil tertawa.

Setiap hari Ereveld buka untuk umum dari pukul 07.00-17.00 WIB. Per seorangan boleh datang kapan saja, tapi reservasi harus dilakukan jika datang dalam kelompok atau untuk menulis artikel, photo/video shooting.

BACA JUGA: Mobil dari Daerah Masuk Jakarta, Bayar Dulu! (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED