Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Agu 2018 16:12 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pulau Sangiang, Destinasi Anti Mainstream di NTB

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: Wisata laut Pulau Sangiang (istimewa)
Foto: Wisata laut Pulau Sangiang (istimewa)
Bima - Satu lagi pulau cantik yang bisa jadi destinasi liburan traveler di NTB. Namanya Pulau Sangiang.

Pulau Sangiang dengan keberadaan Gunung Sangiang Api menyimpan beragam potensi, terutama potensi wisata laut dan pantainya. Sebagai sebuah pulau yang dominan kultur agraris dan kultur baharinya, Pulau Sangiang menampilkan pesona wajah alam yang eksotik.

Sangiang merupakan pulau vulkanik yang terletak di Laut Flores. Jaraknya sekitar 62 kilometer dari pusat Kota Bima. Untuk mencapai tempat ini, terlebih dahulu menuju Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB. Dari sana menyewa perahu berkapasitas 10-15 orang menyeberangi pulau.

Jika hendak berangkat ke Sangiang, dari Terminal Dara yang ada di Kota Bima, bisa naik angkutan kota bemo D atau ojek menuju Terminal Jatibaru. Dari terminal Jatibaru ini ada bus mini yang standby menuju Kecamatan Wera.

Dari Kota Bima menuju Wera, traveler akan melewati Kecamatan Ambalawi. Jarak tempuh dengan kendaraan umum dari Kota Bima menuju Terminal Tawali yang ada di Kecamatan Wera adalah sekitar 1-2 jam.

Sesampainya di Terminal Wera, traveler bisa menggunakan jasa ojek menuju Sangiang darat. Dari Sangiang darat, banyak perahu dan boat yang bisa mengantar menuju Pulau Sangiang.

Di bibir pantai Pulau Sangiang wisatawan yang datang dapat menginap dengan mendirikan tenda. Di pulau ini, wisatawan bisa menikmati kegiatan memancing dan menyelam sambil menikmati terumbu karang yang sehat dengan warna-warni ikan yang ada di laut.

(istimewa) (istimewa)
Banyak didapati kapal-kapal wisatawan domestik maupun mancanegara yang melabuhkan jangkarnya di sekitar perairan ini untuk memancing dan melakukan aktivitas diving.

"Spot yang menjadi favorit wisatawan berkunjung ke Pulau Sangiang adalah di daerah Oi Peto, Gusu Wala, maupun di Oi Kalo," terang Rangga Babuju pada detikTravel, Selasa (31/7/2018).

Rangga yang merupakan ketua suku dari Komunitas Babuju yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan ini juga menjelaskan bahwa di lokasi Oi Peto hidup spesies ikan karapu.

Konon Oi Peto dipercaya sebagai rumah ikan karapu atau dalam bahasa lokal Bima disebut Uma Karapu. Sedangkan di Gusu Wala hidup spesies ikan kakap berekor merah dan juga ikan sunu. Demikian juga di Oi Kalo sebagai tempat berkumpulnya spesies ikan baronang (Bima: Uta Sancara).

BACA JUGA: Pantai Lariti, Pantai Baru yang Memikat dari NTB

Jika menggunakan perahu biasa dengan mesin 2 silinder, jarak tempuhnya sekitar 90 sampai 120 menit. Sedangkan bila perahu yang traveler tumpangi bersilinder 4, maka hanya menghabiskan waktu untuk menyebrang ke Pulau sangiang sekitar 45-60 menit.

Tetapi bila ingin mengeliliangi Pulau Sangiang dengan boat tanpa singgah di berbagai spot wisata, bisa start dari perkampungan Pulau Sangiang kemudian memutar dari arah barat ke utara, timur, selatan dan kembali lagi ke barat. Rute demikian akan menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam dengan boat 4 silinder.

Kapal-kapal di Sangiang adalah kapal pinisi berjenis lambo. Lambo merupakan jenis kapal pinisi modern karena menggunakan mesin. Lambo berukuran lebih besar dibanding palari yang hanya bisa memuat 4-5 orang.

Gunung Sangiang (istimewa)Gunung Sangiang (istimewa)
Kapal-kapal itu oleh masyarakat Wera, khususnya warga Sangiang digunakan untuk menangkap ikan juga mengangkut hasil pertanian dari Gunung Sangiang Api yang posisinya menyembul dari tengah permukaan laut.

Nah, Gunung Sangiang merupakan gunung berapi yang masih aktif dan masuk dalam kawasan konservasi, yang memiliki ketinggian sekitar 1.986 di atas permukaan laut. Dari puncak gunung ini, pemandangan Pulau Sangiang tampak begitu menawan. (krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Sebuah Ngambek yang Indah

Minggu, 09 Des 2018 22:55 WIB

Keindahan alam Indonesia memang tidak ada habisnya untuk diceritakan. Salah satunya yang mungkin jarang terdengar dan namanya pun unik, air terjun Ngambek.