Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Sep 2018 07:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kereta Kuno Simbol Kebhinnekaan di Cirebon

Sudirman Wamad
detikTravel
Foto: Kereta Paksi Naga Liman (Sudirman Wamad/detikTravel)
Foto: Kereta Paksi Naga Liman (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Orang Indonesia zaman dulu juga sudah mengenal semboyan persatuan Bhinneka Tunggal Ika. Buktinya ada di Cirebon, berupa sebuah kereta kuno.

Adalah Pangeran Cakrabuana alias Mbah Kuwu Cirebon sebagai sultan pertama yang telah meninggalkan segudang peninggalan benda pusaka di Tanah Cirebon. Salah satu yang paling ikonik adalah Kereta Paksi Naga Liman.

Kereta pusaka itu disimpan di Museum Keraton Kanoman Cirebon. Bentuknya masih orisinil. Berwarna hitam dan terlihat gagah. Kereta Paksi Naga berbentuk naga bersayap dengan kepala menyerupai gajah dengan posisi belalainya mengangkat sebuah tombak.

Patih Kanoman Cirebon, Pangeran Patih Raja Mochamad Qodiran mengatakan kereta pusaka Paksi Naga Liman merupakan kendaraan utama pada masa Kerajaan Singhapura hingga Kesultanan Cirebon, yakni sekitar tahun 1428 masehi. Munculnya gagasan kereta pusaka tersebut terinspirasi dari kendaraan Perang Bhatara Indra.

"Kereta ini diyakini telah ada sejak masa Pangeran Cakrabuana berdasarkan naskah tertulis pada Candra Sangkala. Kereta ini sempat digunakan untuk menyerang Kerajaan Galuh," kata Qodiran saat ditemui di kompleks Keraton Kanoman Cirebon, Selasa (4/9/2018).

Kereta Kuno Simbol Kebhinnekaan di CirebonFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)
Kereta pusaka Paksi Naga Liman sempat dipegang oleh Sunan Gunung Jati sebagai sultan kedua. Bahkan, di era Sunan Gunung Jati kereta tersebut sempat mengalami perbaikan.

"Kereta ini perpaduan karya seni yang dipadukan dengan kendaraan masa lalu, kendaraan perang Bhatara Indra. Kereta ini memiliki nilai filosofi yang tinggi," katanya.

Sayap pada badan kereta tersebut merupakan bentuk paksi atau burung yang menyimbolkan negeri Timur Tengah. Simbol paksi itu merupakan unsur Islam. Sementara itu, naga merupakan wujud dari penguasa Caruban yang memiliki nama Mang.

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel)
"Sosok Mang ini merupakan simbolisiasi Negeri Tiongkok. Liman itu bagian dari gajah yang merupakan simbol Ganesha, sebagai putra Dewa Shiwa dari negeri India. Erat kaitannya dengan unsur agama Hindu," kata Qodiran.

Qodiran menyimpulkan kereta pusaka Paksi Naga Liman sebagai simbol pemersatu dari tiga kebudayaan yang ada di Cirebon. Artinya, lanjut Qodiran, Cirebon sejak dulu telah mengusung kebhinnekaan.

BACA JUGA: Kisah Sumur Beracun di Kompleks Keraton Cirebon

"Paksi Naga Liman juga mengisyaratkan kejayaan kedaulatan, burung penjaga kedaulatan di udara atau Jaya Dirgantara, naga penjaga kedaulatan laut atau Jaya Bahari, dan Gajah penjaga kedaulatan di darat atau Jaya Bhumi," ucapnya.

Kalau traveler berkunjung ke Cirebon jangan melewatkan kunjungan ke Museum Keraton Kanoman Cirebon ya! (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Layar Pemilu
×
Serangan Balik La Nyalla
Serangan Balik La Nyalla Selengkapnya