Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Des 2018 22:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Rezeki dan Mitos dari Air Terjun Srambang Ngawi

Sugeng Harianto
detikTravel
Membasuh muka di Air terjun Srambang Park (Sugeng Harianto/detiktravel)
Ngawi - Wisata air terjun Srambang Park Ngawi ternyata dipercaya pengunjung memiliki mitos. Tak hanya itu, destinasi pembawa berkah bagi warga sekitarnya.

Cerita legenda bahwa konon ada 40 bidadari yang pernah mandi di air terjun Srambang Park. Sehingga pengunjung pun percaya jika mereka masih atau sekedar membasuh muka bisa bikin awet muda.

Selain membasuh muka tak jarang pengunjung yang membawa botol dan diisi dari air terjun Srambang Park untuk dibawa pulang. Demi menuju lokasi air terjun pengunjung rela berjalan kaki sejauh 1 kilometer dari lokasi parkir.

"Jadi diyakini oleh para nenek moyang, kalau di air terjun itu yang ada aliran sungai di bawahnya, dipakai mandi para bidadari dari Kayangan, termasuk Dewi Nawang Wulan," terang pengelola Srambang Park Ngawi, Hariyanto kepada detikTravel baru-baru ini.

Berdasarkan kepercayaan nenek moyang, kata Hari pengunjung harus membasuh muka sebanyak 40 kali. Hal ini karena konon ada 40 bidadari yang mandi di air terjun Srambang Park, lalu dibuatkan 7 buah patung bidadari di kolam yang bersusun 7.

"Membasuh muka dengan ikhlas, 40 kali, di 40 kesempatan waktu, bikin awet muda. Dan itu sesuai jumlah bidadari yang turun ke bumi, ketika menemani Dewi Nawang Wulan. Yang sebenarnya tidak 7 bidadari, tapi 40 bidadari," ucapnya.

Kolam renang 7 bidadari dilengkapi dengan seluncur membuat pengunjung anak dan dewasa terasa kerasan. Jika anda penasaran bisa mencoba berkunjung ke wisata air terjun Srambang Park Ngawi.

Rezeki dan Mitos dari Air Terjun Srambang NgawiOjek di air terjun Srambang Park (Sugeng Harianto/detiktravel)

Tak hanya mitos, penghargaan dari Kementerian Kehutanan ke air terjun Srambang Park menjadi berkah jasa ojek warga Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo. Jasa layanan ojek memang disediakan oleh pengelola untuk mempersingkat pengunjung menuju pintu loket retribusi.

"Alhamdulilah pak berkah wisata Srambang jasa ojek ramai. Lumayan daripada tidak ada kerjaan. Murah hanya Rp 5 ribu sekali narik pengunjung daripada capek jalan 1 kilometer," terang tukang ojek Agus (35).

Dikatakan Hari jumlah jasa ojek di wisata Srambang park saat ini mencapai 70 orang. Rata-rata dalam sehari tiap jasa ojek mendapat omset Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per hari saat hari libur ramai pengunjung.

Di samping jasa ojek, ekonomi warga sekitar juga kian meningkat dengan adanya wisata Srambang Park Ngawi. Saat ini ada sebanyak 70 pekerja dari warga lokal yang dikaryakan. Jumlah itu belum termasuk di luar manajemen, seperti tukang ojek, parkir, warung makan dan lainnya.

"Bisa dibilang kini masyarakat Girimulyo sudah bisa bangkit, produktifitasnya luar biasa," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, banyak pedagang menjajakan oleh-oleh, seperti buah rambutan jenis binjai yang merupakan asli Jogorogo. Selain itu juga ada bengkoang. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA