Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Jul 2020 16:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Chichen Itza Meksiko? Bukan, Ini Candi Sukuh Karanganyar

Angelica Sekar
detikTravel
Candi Sukuh
Candi Sukuh (Foto: Angelica Sekar/d'Traveler)
Jakarta -

Kamu suka wisata sejarah tapi juga suka memotret pemandangan alam? Jangan lupa mampir ke Candi Sukuh, Ngargoyoso di kabupaten Karanganyar.

Main ke kota Solo nggak lengkap rasanya kalau belum jalan-jalan ke kabupaten Karanganyar, jaraknya butuh waktu 1-2 jam perjalanan. Bisa dibilang bahwa Tawangmangu adalah daerah pegunungan dan juga menjadi destinasi wisata favorit masyarakat kota Solo ketika ingin liburan. Banyak sekali tempat wisata yang anti mainstream dan pastinya instagramable.

Candi Sukuh salah satunya. Kawasan wisata bersejarah yang berada di lereng barat Gunung Lawu lebih tepatnya di Ngargoyoso, Karanganyar ini adalah candi hindu yang diperkirakan berdiri pada abad ke-15.

Ketika melihat candi Sukuh ini kamu mungkin akan merasa tidak asing. Ya, mirip dengan candi suku Maya atau biasa dikenal Chichen Itza yang berada di Meksiko.

Bentuk bangunanya pun mirip, sama-sama berbentuk trapesium hanya ada beberapa perbedaan mendasar saja di antara keduanya.

Hingga sekarang, candi Sukuh masih digunakan tempat untuk sembahyang oleh umat Hindu. Maka dari itu kesakralannya tetap dijaga, salah satu caranya adalah dengan wajib menggunakan kain kampuh setiap ingin memasuki kawasan candi.

Candi SukuhPemandangan alam dari candi Sukuh (Foto: Angelica Sekar/d'Traveler)

Kain kampuh adalah kain yang bermotif kotak-kotak hitam putih dan cara menggunakanya adalah dengan mengikatnya di pinggang. Dengan begitu kamu secara tidak langsung ikut menjaga kesakralan dan menghormati kebudayaan.

Selain itu pemandangan alam sekitar candi Sukuh pasti membuatmu yang suka foto-foto akan lupa waktu karena terlalu asik memotret. Terletak di ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut, kamu akan disuguhi pemandangan perbukita, sawah dan rumah penduduk sekitar yang tertata rapi di atasnya.

Apalagi banyaknya pepohonan hijau yang bisa membuat mata kamu segar kembali. Hawa di candi Sukuh terbilang sejuk dan suasananya tenang.

Kamu bisa berfoto di sini, tapi dengan catatan tetap menjaga sikap dan sopan santun karena mengingat ini adalah tempat ibadah bukan tempat wisata biasa. Di sini sudah disediakan tempat parkir motor, mobil, ataupun bus jadi gak usah bingung lagi cari tempat parkir.

Kalau kamu lapar, tenang di luar candi Sukuh banyak pedagang yang menjual makanan ringan ataupun makanan berat. Selain itu ada pula yang menjual oleh-oleh khas Tawangmangu.

Jika kamu ingin mengunjungi candi Sukuh, kamu cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang dan membayar secara sukarela untuk kain kampuhnya. Candi Sukuh buka pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00.

Untuk mengakses candi Sukuh disarankan menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi kendaraan harus yang sehat dan baik karena banyaknya tanjakan tinggi untuk menuju ke candi Sukuh.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Angelica Sekar, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Keunikan Candi Sukuh, Karanganyar"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA