Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Jan 2022 14:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Gunung Api Purba Nglanggeran Dulunya Berada di Dasar Laut

Putu Intan
detikTravel
Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di Yogyakarta
Gunung Api Purba Nglanggeran. Foto: Maria Karsia
Gunungkidul -

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan gunung mati yang berusia puluhan juta tahun. Dulunya, gunung ini aktif dan berada di dasar laut.

"Dulu, gunung ini adalah gunung berapi aktif di dasar laut. Ketika meletus dia terangkat beberapa cm selama bertahun-tahun hingga sekarang menjadi seperti ini," kata pemandu wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Tari.

Sebuah gunung berapi aktif dapat mati karena mengalami proses tertentu. Magma yang berada pada saluran magma utama kehilangan daya dorong. Hal ini umumnya terjadi karena saluran ke dapur magma terputus.

Jika sudah begini, sisa magma lama-kelamaan akan membeku menjadi batu. Untuk kasus Gunung Api Purba Nglanggeran, matinya gunung ini diperkirakan sudah lama terjadi. Usia gunung sendiri diprediksi lebih dari 60 juta tahun.

Gunung Api Purba Nglanggeran saat ini lebih dikenal sebagai objek wisata andalan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Traveler dapat mendaki gunung setinggi 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang didominasi bebatuan besar itu.

Pemanjat berlatih di tebing batuan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Minggu (28/6/2020). Destinasi wisata geoheritage Gunung Api Purba Nglanggeran yang menawarkan pendakian ringan dan jalur pemanjatan tebing alam tersebut mulai dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mengantisipasi penularan COVID-19 setelah tiga bulan ditutup. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.Pemanjat berlatih di tebing batuan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Minggu (28/6/2020). Destinasi wisata geoheritage Gunung Api Purba Nglanggeran yang menawarkan pendakian ringan dan jalur pemanjatan tebing alam tersebut mulai dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mengantisipasi penularan COVID-19 setelah tiga bulan ditutup. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Di sepanjang jalan, traveler juga akan menemukan spot-spot unik yang menyimpan cerita khas masyarakat setempat. Misalnya saja goa yang dihimpit batu bernama Song Gudel (goa anak kerbau).

Song Gudel dulunya digunakan sebagai tempat warga menggembala kerbau. Di sana, kerbau-kerbau juga akan melahirkan anak.

Kemudian yang tak kalah unik adalah Lorong Sumpitan. Lorong sepanjang sekitar 50 meter ini membelah dinding batuan purba dan hanya bisa dilewati satu orang.

Spot lainnya yang juga menarik adalah Mata Air Comberan. Mata air ini tidak pernah kering dan disakralkan oleh masyarakat setempat.

Pengalaman mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran akan meninggalkan kesan yang berbeda dibandingkan gunung pada umumnya. Selain dikelilingi pemandangan indah, traveler juga dapat belajar sejarah dan proses geologi.



Simak Video "Wabah Antraks Merebak di Gunungkidul, Puluhan Warga Diduga Tertular"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA