Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Agu 2019 08:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Borobudur, Tak Hanya Cantik Tapi Menarik

Fara V Syahrini
d'travelers
Foto 1 dari 5
Cuma sampai sini :(
Cuma sampai sini :(
detikTravel Community -

Borobudur, candi yang terletak di Magelang ini memang sering menjadi destinasi wisata untuk berfoto karena bentuknya yang cantik. Tingginya tangga menuju puncak stupa tidak akan menyurutkan langkah karena bisa melihat keindahan alam dari atas.

Apa yang terbayang di benakmu kalau disebut Borobudur? Candi besar? Ratusan stupa? Relief berisi sejarah? Rasa penasaran ingin sampai ke puncak stupa? Itu juga yang ada dalam benakku sebelum menginjakkan kaki ke Borobudur.

November 2018, aku berkunjung bersama keluarga besar ayah. Kami berangkat dari Depok, Jawa Barat dan ini perjalanan pertama kami ke sana. Rombongan kami terdiri dari sebelas orang, dan sembilan di antaranya berusia di atas 50 tahun. Ada nenekku yang tahun ini menginjak usia 81 tahun.

Mereka tidak protes saat aku memilih Borobudur sebagai destinasi awal perjalanan kami. Saat aku ceritakan tentang candi Budha tersebut dan rasa penasaranku, mereka menanggapi antusias. Bahkan, saat ELF yang menjemput kami datang, mereka menyerbu tak sabaran.

Spanduk dan umbul-umbul Borobudur Run tampak di kiri dan kanan saat kami memasuki kawasan candi penuh sejarah itu. Kami antusias dan sangat bersemangat, ELF menurunkan kami di dekat penjual aneka souvenir lalu mencari parkiran. Kami tak sabar jika harus menunggu ELF mencari parkir. Dengan semangat penuh, kami melangkah ke Borobudur.

Semua prosedur kami lakukan. Membeli tiket, pemeriksaan tas, juga menitipkan snack yang kami bawa dari Jakarta. Kami juga membeli tiket mobil keliling untuk mencapai candi. Sebelum menginjakkan kaki ke Borobudur, aku membayangkan akan melihat bangunan candi yang tinggi dari kejauhan. Namun nyatanya, saat berkeliling, aku tak melihat tanda-tanda ada candi. Sampai mobil itu berhenti, dan kami berbaur dengan pengunjung lain.

Akhirnya aku menemukan Candi itu, Candi Borobudur. Rasanya ingin mengusap stupa dan menikmati aneka cerita yang terpahat di relief. Keluargaku ambil posisi di depan tulisan 'Borobudur'. Aku, seperti biasa jadi tukang foto, tak sabar menunggu mereka puas berfoto. Candi dan orang yang berbondong-bondong menaiki tangganya seakan memanggilku untuk segera bergabung.

Tapi keluargaku berjalan lurus meninggalkan candi. Mereka ingin menuju destinasi selanjutnya, karena yang terpenting bagi mereka adalah foto.

Buyar khayalanku mengelus-elus stupa dan menikmati relief. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti mereka. Menatap Borobudur yang semakin lama makin menjauh, sampai akhirnya tak terlihat lagi saat aku sudah di pintu keluar. Dalam hati aku berharap semoga ada kesempatan lagi untuk mengunjungi Borobudur.

Bagaimana kalau aku ke Dubai? Single trip ke Dubai sepertinya menarik. Buat aku, Dubai itu kota masa depan, dengan segala teknologi kekinian dan kehidupan masyarakatnya. Jujur, aku terprovokasi kala melihat berita tentang Dubai. Katanya, di sana mobil mewah biasa wara-wiri, bahkan katanya ada motor terbang yang dipakai para polisi. Aku ingin membuktikan itu semua dengan mata kepalaku sendiri.

Selain itu, aku bisa naik Burj Khalifa sampai puncak tertinggi yang dibuka untuk umum, dan melihat pemandangan Dubai dari sana. Aku akan melakukan itu, bukan sekadar foto di bawahnya. Aku ingin merasakan perbedaan waktu antara lantai bawah Burj Khalifa dengan lantai teratas. Katanya, saat Maghrib beda waktunya mencapai dua menit.

Jangan lupakan juga Dubai Fountain, air mancur terbesar di dunia. Aku tahu tentang air mancur itu saat mereka memutar lagu EXO di sana.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA