Makan di Perut Alien & 4 Restoran Paling Aneh di Dunia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Makan di Perut Alien & 4 Restoran Paling Aneh di Dunia

- detikTravel
Senin, 24 Mar 2014 19:12 WIB
Makan di Perut Alien & 4 Restoran Paling Aneh di Dunia
(hrgigermuseum.com)
Gruyeres - Sekarang, makan bukan lagi soal rasa, namun juga soal inovasi. Beberapa restoran berusaha menarik perhatian pengunjung dengan cara unik. Setidaknya ada 4 restoran aneh, seperti sensasi makan di dalam perut alien.

Di Indonesia sendiri telah ada restoran dengan berbagai tema unik. Namun, beberapa restoran di dunia ini boleh terbilang sangat unik. Dikutip dari Daily Mail UK, Senin (24/3/2014), dari makan di dalam perut alien dan 4 restoran aneh di dunia:

(hrgigermuseum.com)

1. H.R. Giger Museum Bar, Swiss

(hrgigermuseum.com)
Jika Anda pernah menonton film fiksi 'Alien,' maka suasana markas alien itu yang akan Anda dapat di H.R. Giger Museum Bar. Salah satu ahli efek khusus di film Alien klasik di tahun 1979 yang bernama Hans Rudolf Giger, menuangkan idenya yang futuristik dalam film dan museum ini.

Hans Rudolf Giger sendiri merupakan pelukis surealis kenamaan Swiss. Jadi tidak heran, apabila bar di lantai teratas dari museum yang memakai namanya ini memiliki tema fiksi ilmiah seperti di film 'Alien'. Mulai dari langit-langit dengan tentakel alien, sampai kursi 'Harkonnen' yang menyerupai tulang manusia. Jadi, selamat menikmati!

1. H.R. Giger Museum Bar, Swiss

(hrgigermuseum.com)
Jika Anda pernah menonton film fiksi 'Alien,' maka suasana markas alien itu yang akan Anda dapat di H.R. Giger Museum Bar. Salah satu ahli efek khusus di film Alien klasik di tahun 1979 yang bernama Hans Rudolf Giger, menuangkan idenya yang futuristik dalam film dan museum ini.

Hans Rudolf Giger sendiri merupakan pelukis surealis kenamaan Swiss. Jadi tidak heran, apabila bar di lantai teratas dari museum yang memakai namanya ini memiliki tema fiksi ilmiah seperti di film 'Alien'. Mulai dari langit-langit dengan tentakel alien, sampai kursi 'Harkonnen' yang menyerupai tulang manusia. Jadi, selamat menikmati!

2. The Marsden Grotto, Inggris

(marsden-grotto.co.uk)
Normalnya, sebuah gua dipenuhi oleh stalaktit, lembab, dan dihuni oleh kelelawar. Makan di gua mungkin sangatlah tidak nyaman, namun itu yang ditawarkan oleh restoran di South Shields, Inggris. Sebuah restoran di Marsden Grotto, sebuah gua, malah menawarkan hal berbeda tersebut.

Ceritanya, gua itu pertama kali digunakan pada abad ke-18 oleh pencuri, pelaut, dan penyelundup yang menghindari hukum atas kegiatan ekspor dan impor mereka. 300 Tahun kemudian, gua itu dipoles untuk keperluan kuliner. Bahkan ada satu lorong khusus yang menawarkan sensasi makan menghadap laut. Unik!

2. The Marsden Grotto, Inggris

(marsden-grotto.co.uk)
Normalnya, sebuah gua dipenuhi oleh stalaktit, lembab, dan dihuni oleh kelelawar. Makan di gua mungkin sangatlah tidak nyaman, namun itu yang ditawarkan oleh restoran di South Shields, Inggris. Sebuah restoran di Marsden Grotto, sebuah gua, malah menawarkan hal berbeda tersebut.

Ceritanya, gua itu pertama kali digunakan pada abad ke-18 oleh pencuri, pelaut, dan penyelundup yang menghindari hukum atas kegiatan ekspor dan impor mereka. 300 Tahun kemudian, gua itu dipoles untuk keperluan kuliner. Bahkan ada satu lorong khusus yang menawarkan sensasi makan menghadap laut. Unik!

3. Electrolux Cube, Italia

(electrolux.co.uk/cube)
Sebuah restoran bernama Electrolux Cube memiliki konsep yang tidak biasa. Jika sebuah restoran biasanya tetap, berbeda dengan restoran Electrolux Cube yang berpindah-pindah di beberapa negara Eropa. Proyek yang dijalankan oleh perusahaan perabotan Swedia ini, berupa kaca transparan yang bisa dipindahkan. Sekarang, restoran ini ada di atap Piazza del Duomo di Milan.

Sebelumnya, restoran Electrolux Cube telah beroperasi di atas Royal Opera House Swedia di Stockholm, Royal Festival Hall di London, dan juga di Brussels, Belgia. Restoran ini berpindah ke beberapa negara Eropa setiap empat bulan. Makanan yang ditawarkan adalah haut cuisine, disajikan oleh koki berbintang Michellin. Di mana ya setelah Milan?

3. Electrolux Cube, Italia

(electrolux.co.uk/cube)
Sebuah restoran bernama Electrolux Cube memiliki konsep yang tidak biasa. Jika sebuah restoran biasanya tetap, berbeda dengan restoran Electrolux Cube yang berpindah-pindah di beberapa negara Eropa. Proyek yang dijalankan oleh perusahaan perabotan Swedia ini, berupa kaca transparan yang bisa dipindahkan. Sekarang, restoran ini ada di atap Piazza del Duomo di Milan.

Sebelumnya, restoran Electrolux Cube telah beroperasi di atas Royal Opera House Swedia di Stockholm, Royal Festival Hall di London, dan juga di Brussels, Belgia. Restoran ini berpindah ke beberapa negara Eropa setiap empat bulan. Makanan yang ditawarkan adalah haut cuisine, disajikan oleh koki berbintang Michellin. Di mana ya setelah Milan?

4. Solo Per Due, Vacone, Italia

(Corbis Images)
Sebuah privasi dan layanan yang baik seringkali menentukan kualitas dari sebuah restoran, hal itulah yang ditawarkan oleh restoran Solo Per Due di Vacone, Italia. Di restoran ini, pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk dilayani, karena restoran ini hanya memiliki satu meja saja. Diambil dari nama restoran Solo Per Due, yang berarti hanya untuk berdua.

Restoran terprivat dan terkecil di dunia ini terletak di rumah abad ke-19. Sebuah vila Romawi yang sebelumnya dimiliki oleh penyair Horace, 100 tahun sebelum masehi. Dengan servis yang sedemikian ekslusif, tarif yang dikenakan tidaklah murah, 250 Euro, atau sekitar Rp 3,9 juta, belum termasuk sampanye. Jika ingin mencoba dinner romantis di sini, jangan lupa bawa uang tunai, karena restoran ini tidak menerima pembayaran dengan kartu.

4. Solo Per Due, Vacone, Italia

(Corbis Images)
Sebuah privasi dan layanan yang baik seringkali menentukan kualitas dari sebuah restoran, hal itulah yang ditawarkan oleh restoran Solo Per Due di Vacone, Italia. Di restoran ini, pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk dilayani, karena restoran ini hanya memiliki satu meja saja. Diambil dari nama restoran Solo Per Due, yang berarti hanya untuk berdua.

Restoran terprivat dan terkecil di dunia ini terletak di rumah abad ke-19. Sebuah vila Romawi yang sebelumnya dimiliki oleh penyair Horace, 100 tahun sebelum masehi. Dengan servis yang sedemikian ekslusif, tarif yang dikenakan tidaklah murah, 250 Euro, atau sekitar Rp 3,9 juta, belum termasuk sampanye. Jika ingin mencoba dinner romantis di sini, jangan lupa bawa uang tunai, karena restoran ini tidak menerima pembayaran dengan kartu.

5. Dinner in The Sky

(dinnerinthesky.co.uk)
Makan dari ketinggian tentu menjadi poin lebih, Anda bisa makan sambil menikmati pemandangan dari atas. Hal itulah yang juga ditawarkan oleh restoran Dinner in The Sky. Sesuai namanya, restoran ini akan mengajak pengunjung untuk makan di udara. Tidak ada jendela, pintu, dan tembok, kecuali kursi dan meja. Sebuah pengait akan membawa meja yang telah didesain khusus ke atas setinggi 30 meter lebih, layaknya wahana di taman rekreasi.

Sebuah meja memiliki kapasitas hingga 22 orang. Pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda, makan di meja tanpa kaki menginjak permukaan tanah. Makanannya dimasak langsung oleh koki di tengah meja secara live. Jika ada permintaan spesial, akan diangkat meja kedua untuk pemusik, bahkan bisa saja ada DJ di samping meja makan. Restoran ini telah beroperasi di 40 kota, termasuk London, Rio, dan Sydney.

5. Dinner in The Sky

(dinnerinthesky.co.uk)
Makan dari ketinggian tentu menjadi poin lebih, Anda bisa makan sambil menikmati pemandangan dari atas. Hal itulah yang juga ditawarkan oleh restoran Dinner in The Sky. Sesuai namanya, restoran ini akan mengajak pengunjung untuk makan di udara. Tidak ada jendela, pintu, dan tembok, kecuali kursi dan meja. Sebuah pengait akan membawa meja yang telah didesain khusus ke atas setinggi 30 meter lebih, layaknya wahana di taman rekreasi.

Sebuah meja memiliki kapasitas hingga 22 orang. Pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda, makan di meja tanpa kaki menginjak permukaan tanah. Makanannya dimasak langsung oleh koki di tengah meja secara live. Jika ada permintaan spesial, akan diangkat meja kedua untuk pemusik, bahkan bisa saja ada DJ di samping meja makan. Restoran ini telah beroperasi di 40 kota, termasuk London, Rio, dan Sydney.
Halaman 2 dari 12
Jika Anda pernah menonton film fiksi 'Alien,' maka suasana markas alien itu yang akan Anda dapat di H.R. Giger Museum Bar. Salah satu ahli efek khusus di film Alien klasik di tahun 1979 yang bernama Hans Rudolf Giger, menuangkan idenya yang futuristik dalam film dan museum ini.

Hans Rudolf Giger sendiri merupakan pelukis surealis kenamaan Swiss. Jadi tidak heran, apabila bar di lantai teratas dari museum yang memakai namanya ini memiliki tema fiksi ilmiah seperti di film 'Alien'. Mulai dari langit-langit dengan tentakel alien, sampai kursi 'Harkonnen' yang menyerupai tulang manusia. Jadi, selamat menikmati!

Jika Anda pernah menonton film fiksi 'Alien,' maka suasana markas alien itu yang akan Anda dapat di H.R. Giger Museum Bar. Salah satu ahli efek khusus di film Alien klasik di tahun 1979 yang bernama Hans Rudolf Giger, menuangkan idenya yang futuristik dalam film dan museum ini.

Hans Rudolf Giger sendiri merupakan pelukis surealis kenamaan Swiss. Jadi tidak heran, apabila bar di lantai teratas dari museum yang memakai namanya ini memiliki tema fiksi ilmiah seperti di film 'Alien'. Mulai dari langit-langit dengan tentakel alien, sampai kursi 'Harkonnen' yang menyerupai tulang manusia. Jadi, selamat menikmati!

Normalnya, sebuah gua dipenuhi oleh stalaktit, lembab, dan dihuni oleh kelelawar. Makan di gua mungkin sangatlah tidak nyaman, namun itu yang ditawarkan oleh restoran di South Shields, Inggris. Sebuah restoran di Marsden Grotto, sebuah gua, malah menawarkan hal berbeda tersebut.

Ceritanya, gua itu pertama kali digunakan pada abad ke-18 oleh pencuri, pelaut, dan penyelundup yang menghindari hukum atas kegiatan ekspor dan impor mereka. 300 Tahun kemudian, gua itu dipoles untuk keperluan kuliner. Bahkan ada satu lorong khusus yang menawarkan sensasi makan menghadap laut. Unik!

Normalnya, sebuah gua dipenuhi oleh stalaktit, lembab, dan dihuni oleh kelelawar. Makan di gua mungkin sangatlah tidak nyaman, namun itu yang ditawarkan oleh restoran di South Shields, Inggris. Sebuah restoran di Marsden Grotto, sebuah gua, malah menawarkan hal berbeda tersebut.

Ceritanya, gua itu pertama kali digunakan pada abad ke-18 oleh pencuri, pelaut, dan penyelundup yang menghindari hukum atas kegiatan ekspor dan impor mereka. 300 Tahun kemudian, gua itu dipoles untuk keperluan kuliner. Bahkan ada satu lorong khusus yang menawarkan sensasi makan menghadap laut. Unik!

Sebuah restoran bernama Electrolux Cube memiliki konsep yang tidak biasa. Jika sebuah restoran biasanya tetap, berbeda dengan restoran Electrolux Cube yang berpindah-pindah di beberapa negara Eropa. Proyek yang dijalankan oleh perusahaan perabotan Swedia ini, berupa kaca transparan yang bisa dipindahkan. Sekarang, restoran ini ada di atap Piazza del Duomo di Milan.

Sebelumnya, restoran Electrolux Cube telah beroperasi di atas Royal Opera House Swedia di Stockholm, Royal Festival Hall di London, dan juga di Brussels, Belgia. Restoran ini berpindah ke beberapa negara Eropa setiap empat bulan. Makanan yang ditawarkan adalah haut cuisine, disajikan oleh koki berbintang Michellin. Di mana ya setelah Milan?

Sebuah restoran bernama Electrolux Cube memiliki konsep yang tidak biasa. Jika sebuah restoran biasanya tetap, berbeda dengan restoran Electrolux Cube yang berpindah-pindah di beberapa negara Eropa. Proyek yang dijalankan oleh perusahaan perabotan Swedia ini, berupa kaca transparan yang bisa dipindahkan. Sekarang, restoran ini ada di atap Piazza del Duomo di Milan.

Sebelumnya, restoran Electrolux Cube telah beroperasi di atas Royal Opera House Swedia di Stockholm, Royal Festival Hall di London, dan juga di Brussels, Belgia. Restoran ini berpindah ke beberapa negara Eropa setiap empat bulan. Makanan yang ditawarkan adalah haut cuisine, disajikan oleh koki berbintang Michellin. Di mana ya setelah Milan?

Sebuah privasi dan layanan yang baik seringkali menentukan kualitas dari sebuah restoran, hal itulah yang ditawarkan oleh restoran Solo Per Due di Vacone, Italia. Di restoran ini, pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk dilayani, karena restoran ini hanya memiliki satu meja saja. Diambil dari nama restoran Solo Per Due, yang berarti hanya untuk berdua.

Restoran terprivat dan terkecil di dunia ini terletak di rumah abad ke-19. Sebuah vila Romawi yang sebelumnya dimiliki oleh penyair Horace, 100 tahun sebelum masehi. Dengan servis yang sedemikian ekslusif, tarif yang dikenakan tidaklah murah, 250 Euro, atau sekitar Rp 3,9 juta, belum termasuk sampanye. Jika ingin mencoba dinner romantis di sini, jangan lupa bawa uang tunai, karena restoran ini tidak menerima pembayaran dengan kartu.

Sebuah privasi dan layanan yang baik seringkali menentukan kualitas dari sebuah restoran, hal itulah yang ditawarkan oleh restoran Solo Per Due di Vacone, Italia. Di restoran ini, pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk dilayani, karena restoran ini hanya memiliki satu meja saja. Diambil dari nama restoran Solo Per Due, yang berarti hanya untuk berdua.

Restoran terprivat dan terkecil di dunia ini terletak di rumah abad ke-19. Sebuah vila Romawi yang sebelumnya dimiliki oleh penyair Horace, 100 tahun sebelum masehi. Dengan servis yang sedemikian ekslusif, tarif yang dikenakan tidaklah murah, 250 Euro, atau sekitar Rp 3,9 juta, belum termasuk sampanye. Jika ingin mencoba dinner romantis di sini, jangan lupa bawa uang tunai, karena restoran ini tidak menerima pembayaran dengan kartu.

Makan dari ketinggian tentu menjadi poin lebih, Anda bisa makan sambil menikmati pemandangan dari atas. Hal itulah yang juga ditawarkan oleh restoran Dinner in The Sky. Sesuai namanya, restoran ini akan mengajak pengunjung untuk makan di udara. Tidak ada jendela, pintu, dan tembok, kecuali kursi dan meja. Sebuah pengait akan membawa meja yang telah didesain khusus ke atas setinggi 30 meter lebih, layaknya wahana di taman rekreasi.

Sebuah meja memiliki kapasitas hingga 22 orang. Pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda, makan di meja tanpa kaki menginjak permukaan tanah. Makanannya dimasak langsung oleh koki di tengah meja secara live. Jika ada permintaan spesial, akan diangkat meja kedua untuk pemusik, bahkan bisa saja ada DJ di samping meja makan. Restoran ini telah beroperasi di 40 kota, termasuk London, Rio, dan Sydney.

Makan dari ketinggian tentu menjadi poin lebih, Anda bisa makan sambil menikmati pemandangan dari atas. Hal itulah yang juga ditawarkan oleh restoran Dinner in The Sky. Sesuai namanya, restoran ini akan mengajak pengunjung untuk makan di udara. Tidak ada jendela, pintu, dan tembok, kecuali kursi dan meja. Sebuah pengait akan membawa meja yang telah didesain khusus ke atas setinggi 30 meter lebih, layaknya wahana di taman rekreasi.

Sebuah meja memiliki kapasitas hingga 22 orang. Pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda, makan di meja tanpa kaki menginjak permukaan tanah. Makanannya dimasak langsung oleh koki di tengah meja secara live. Jika ada permintaan spesial, akan diangkat meja kedua untuk pemusik, bahkan bisa saja ada DJ di samping meja makan. Restoran ini telah beroperasi di 40 kota, termasuk London, Rio, dan Sydney.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads