Ini Dia Perpustakaan Tertua dan Terindah di Eropa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia Perpustakaan Tertua dan Terindah di Eropa

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 31 Agu 2015 09:20 WIB
Ini Dia Perpustakaan Tertua dan Terindah di Eropa
Perpustakaan di Biara Saint Gallen (Stiftsbibliothek St Gallen/Facebook)
St Gallen -

Selain terkenal dengan alam hijau Pegunungan Alpen, Swiss juga memiliki banyak bangunan bersejarah dan indah. Perpustakaan di Saint Gallen disebut sebagai perpustakaan tertua dan terindah di Eropa. Penasaran?

Di Eropa, tidak sedikit biara yang memiliki perpustakaan cantik dan bersejarah. Dilansir detikTravel dari situs resmi Perpustakaan Saint Gallen, Senin (31/8/2015) perpustakaan di Biara Saint Gallen dikagumi traveler karena sejarah dan kecantikannya yang luar biasa.

Berada di Klosterhof 6D, Swiss berdiri Biara Saint Gallen yang sudah ada sejak abad ke-8. Sejarahnya, biara yang dibangun oleh Santo Othmar itu pernah terbakar habis pada tahun 937. Namun untungnya, perpustakaan biara tetap utuh dan tidak ikutan terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya, perpustakaan Biara Saint Gallen disebut sebagai yang paling kaya dan tertua di Eropa. Belum lagi koleksi manuskripnya yang menceritakan perkembangan arsitektur Eropa. Kemudian di antara tahun 1755 dan 1768, bagian katedral dan perpustakaan dibangun kembali dengan gaya baroque.

Barulah pada tahun 1983, perpustakaan dan Biara Saint Gallen dikukuhkan sebagai salah satu 'Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.' Tidak heran kalau perpustakaan yang dibangun oleh arsitek Peter Thumb itu, dianggap begitu sempurna.

Di bagian balkon perpustakaan, tampak desain berbentuk bunga. Sedangkan di bagian atap perpustakaan terlihat lukisan fresco dengan gambar yang tidak kalah indah dengan basilika St Peter di Vatikan. Sungguh tiada dua.

Sehari-harinya perpustakaan biara terbuka untuk umum. Pada hari Senin-Sabtu, perpustakaan buka dari pukul 10.00-17.00 waktu setempat. Sedangkan pada hari minggu, buka dari pukul 10.00-16.00 waktu setempat.

Biaya masuknya cukup lumayan, yakni 12 Swiss Franc atau setara dengan Rp 175 ribu. Bisa jadi harga itu setara dengan pengalaman melihat perpustakaan terindah dengan berbagai manuskrip bersejarah di dalamnya.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads