Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Mei 2018 19:04 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Masjid Cantik Tunisia yang 'Punya' Mesin Waktu

Bona
Redaksi Travel
Masjid Agung Kairouan (santarobe/Instagram)
Masjid Agung Kairouan (santarobe/Instagram)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
Kairouan -
Afrika utara tak hanya punya alam cantik. Di Tunisia terdapat sebuah masjid agung yang unik karena adaptasi berbagai zaman, hasilnya mirip mesin waktu.

Sebuah masjid di Afrika Selatan ini bernama Masjid Agung Kairouan. Didirikan pada tahun 670, masjid ini memiliki arsitektur yang bercampur dari zaman pra Islam, Romawi dan Bizantium, seperti yang dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (22/5/2018).

Kota Kairouan sendiri telah lama menjadi tempat berkumpulnya peradaban Arab muslim di Afrika Selatan. Masjid agung ini disebut juga sebagai Masjud Uqba oleh masyarakat setempat.

Nama Uqba diambil dari seorang jenderal bernama Uqba ibn Nafi. Uqba yang membangun masjid ini pada kali pertama. Sering juga disebut masjid jami, inilah tempat berkumpulnya umat muslim pada hari Jumat untuk salat.


Masjid ini disebut juga Masjid Uqba (suitntiechailatte/Instagram)Masjid ini disebut juga Masjid Uqba (suitntiechailatte/Instagram)

Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 10.800 meter persegi. Sebagai tempat ibadah muslim tertua di Afrika, Masjid Uqba berada persis di jantung kota Tunisia.

Begitu kamu masuk ke dalam, akan ada ruang salat dengan 17 tiang berukir dan mihrab yang dihiasi halus. Ada juga ceruk khusus yang menunjukkan arah Makkah yang dilengkapi dengan marmer dan ubin yang ditutupi dengan motif bunga.

Di luar masjid terdapat halaman batu yang dihias cantik dan menara bertingkat tiga yang menjulang 32 meter. Menara ini merupakan arsitektur Romawi yang berada di halaman masjid.

Menara ini juga menjadi salah satu struktur bangunan tertinggi di Kota Kairouan. Arsitektur masjid ini memadukan seni Islam dengan nuansa Romawi dan Bizantium.

Masjid Agung Kairouan dibangun 2 kali pada abad ke-18 dan abad ke-9. Pada masa itu Pangeran Ziyadat Allah I, Gubernur Aghlabid, menghancurkan sebagian besar struktur yang ada.

Bagian dalam dari masjid (carlos_perez_benito/Instagram)Bagian dalam dari masjid (carlos_perez_benito/Instagram)

Kemudian masjid dibangun kembali dengan bahan-bahan batu, bata, dan kayu yang lebih kuat. Kubah dari masjid ini adalah perpaduan dari seni Romawi dan Bizantium yang ditambahkan pada abad ke-13.

Saat malam tiba, menara masjid akan bersinar oleh lampu-lampu cantik. Traveler akan dibawa untuk merasakan kembali zaman peradaban Islam pertama, kemudian Romawi dan Bizantium, seakan naik mesin waktu.

Masjid ini dibuka untuk umum pada pukul 08.00-14.00 waktu setempat. Bagi traveler yang non-muslim tidak diperkenankan masuk di ruang ibadah, namun ada pintu yang dibiarkan terbuka sehingga bisa melihat seisi masjid dari luar. (bnl/fay)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED