Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Agu 2020 13:42 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Taman Rusa 'Abadi' di Nara, Jepang

Lena Ellitan
detikTravel
Taman Rusa di Nara
Foto: Lena Ellitan/d'traveler
Nara -

Nara adalah kota kecil yang terletak antara Osaka dan Kyoto. Selain terkenal dengan Keindahan Kuil Todai Ji nya serta Taman Issuen yang wajib dikunjungi, Nara juga memiliki Taman Rusa Suci yang terkenal.

Taman ini tidak jauh dari Todai Ji Temple maupun Taman Issuen yang indah. Nara sendiri merupakan kota tua Jepang. Pada zaman dahulu Nara merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat negara Jepang yang disebut dengan Heijokyo.

Bahkan sampai saat ini kuil kuil di Nara, aset budaya, dan acara tradisional di Nara masih banyak tersisa. Daya tarik Nara telah meningkatkan jumlah wisatawan tahunan pun terus meningkat.

Mengapa rusa-rusa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Kota Nara? Konon rusa-rusa yang hidup di Taman Nara adalah hewan liar yang telah dianggap dan dinilai harta karun alam Jepang.

Ada sekitar 1.300 ekor rusa tinggal di taman ini. Rusa ini jinak dan pengunjung dapat memberi makan kraker khusus rusa. Biasanya rusa-rusa yang baru lahir diperlihatkan kepada pengunjung setiap tahun pada bulan Juni.

Rusa-rusa di Taman Nara ini dibiarkan bebas, bergerombol di tepian danau, bermain diantara daun-daun kering dan semuanya menjalani kehidupannya di alam bebas.

Hanya dengan datang ke Taman Rusa Nara kita dapat mendengarkan suara dan perilaku rusa, juga ekspresi dan pola wajah rusa yang biasanya tidak disadari.

Rusa-rusa yang tinggal di sini memiliki sejarah panjang yaitu pada tahun 710, ketika kota metropolitan terdapat di Nara, orang yang berpengaruh pada saat itu memindahkan acara berdoa pada dewa dari kuil Kashima-Jingu di Ibaraki ke Gunung Kasuga, Nara. Pada acara itu dipercaya bahwa sang dewa menaiki rusa.

Sejak saat itu rusa diperlakukan dengan penting sebagai alat dewa. Pada zaman Muromachi (sekitar tahun 1473), apabila ada yang membunuh rusa meskipun dengan tidak sengaja, maka akan mendapat hukuman mati. Begitulah mengapa sampai saat ini rusa-rusa ini tetap ada di taman ini dan seakan hidup abadi.

***

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Lena Ellitan, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.

Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.



Simak Video "BEI Join Audit Underwriter dan Emiten Nara Hotel"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA