Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Des 2020 09:08 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengintip Masjid Sultan, Masjid Termegah di Singapura

Bagi warga lokal, Masjid Sultan rasanya tak asing lagi. Kubahnya yang berwarna emas seperti menjadi ikon yang menghasi area Kampong Glam, salah satu daerah peranakan di Singapura.
Masjid Sultan Singapura Foto: Have Halal Will Travel

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
Singapura -

Meski mungil, Singapura adalah melting pot. Penduduk dari negara ini berasal dari beragam latar belakang, perpaduan antara ras dan kewarganegaraan. Perbedaan bukanlah sesuatu hal yang baru di sini. Tak heran, toleransi warganya sama tinggi dengan akulturasi budaya yang bisa dilihat dari bangunan bersejarahnya.

Masjid Sultan adalah salah satunya. Bagi warga lokal, Masjid Sultan rasanya tak asing lagi. Kubahnya yang berwarna emas seperti menjadi ikon yang menghasi area Kampong Glam, salah satu daerah peranakan di Singapura.

  • Sejarah Masjid Sultan

Masjid Sultan didirikan pada 1824 oleh Sultan Hussain Shah. Pembuatan masjid ini merupakan perjanjian yang ia buat dengan British East India Company. Saat itu, Sultan Hussain Shah masih tinggal di area Kampong Glam.

Begitu rampung dibangun pada 1826, masjid ini hanya memiliki satu lantai dengan atap 2 tingkat. Bentuk ini mirip dengan beberapa masjid di Asia Tenggara, misalnya Masjid Kampong Laut di Johor Bahru.

Pada 1924, masjid ini direnovasi untuk pertama kalinya. Bangunan baru didirikan di samping bangunan lama. Mulai dari sinilah, Masjid Sultan tampak seperti apa yang kita lihat sekarang.

Kubah besar berwarna emas dengan beberapa menara di sekelilingnya menjadi cici khas Masjid Sultan. Faktanya, bagian dasar kubah masjid terbuat dari botol kaca yang didonasikan oleh umat Muslim berpenghasilan rendah di negara ini. Semua lapisan masyarakat di Singapura turut berkontribusi dalam pembangunan masjid ini.

Layaknya Singapura yang multikultural, Masjid Sultan sarat akan nuansa India, Persia, dan Islam dengan ciri khas kubah besar serta menara. Interiornya perpaduan putih dan hijau, dengan pengaruh arsitektur Ottoman.

Bagi warga lokal, Masjid Sultan rasanya tak asing lagi. Kubahnya yang berwarna emas seperti menjadi ikon yang menghasi area Kampong Glam, salah satu daerah peranakan di Singapura.Interior Masjid Sultan Singapura Foto: Have Halal Will Travel

Layaknya masjid pada umumnya, tulisan kaligrafi dan ukiran bernuansa Islami menghiasi bagian dalam masjid termasuk pada sisi mihrab. Motif bunga dan geometris menjadi penghias masjid yang sangat indah.

Usai direnovasi, masjid ini dibuka kembali pada 1929 dan rampung dibangun pada 1932. Bangunan asli masjid ini dinobatkan sebagai situs warisan sejarah oleh Dewan Pelestarian Monumen Bersejarah di Singapura pada 1975.

Beberapa tahun belakangan, Masjid Sultan kembali direnovasi untuk memenuhi kebutuhan jamaah. Pada 2017, masjid ini dipasangi panel surya untuk menghemat energi.

Bagi umat Muslim dan semua warga Singapura, Masjid Sultan adalah bagian penting dari komunitas. Berbagai acara kerap digelar, mulai dari kajian, akad nikah, sampai bazaar Ramadhan.

Bagi warga lokal, Masjid Sultan rasanya tak asing lagi. Kubahnya yang berwarna emas seperti menjadi ikon yang menghasi area Kampong Glam, salah satu daerah peranakan di Singapura.Masjid Sultan Singapura Foto: Have Halal Will Travel
  • Lokasi Masjid Sultan

Ketika nanti berkunjung ke Singapura, jangan lupa mampir ke masjid indah ini. Lokasinya di 3 Muscat Street, Singapura 198833. Dari Stasiun MRT Bugis, berjalanlah sepanjang North Bridge Road selama 10 menit sampai Anda melihat kubah masjid menjulang indah.

Bagi umat Muslim yang berencana liburan ke Singapura, tak ada salahnya mengecek beberapa hotel yang menyediakan sarapan halal. Selamat merencanakan liburan ke Negeri Singa!



Simak Video "Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
BERITA TERKAIT
BACA JUGA