Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 25 Feb 2022 08:41 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pompeii Melawan 'Kiamat' Kedua

Kelahiran Pompeii, Kota Mati Italia yang Hampir Mati Lagi
Foto: Pompeii (AP/Gregorio Burgia)
Jakarta -

Kota kuno Italia, Pompeii, telah mengalami masa pasang surut. Kini, kota tersebut akan terlahir kembali.

Mengutip VOA, Pompeii diterpa gunung meletus dahsyat pada tahun 79 M. Bencana tersebut mengubah kota yang ramai menjadi gurun hanya dalam waktu beberapa jam. Peristiwa itu pun mengubur kota dan penduduknya di dalam abu vulkanik.

Kemudian, Pompeii terlihat seperti akan menghadapi kematian kedua. Bukan karena gunung berapi, namun kurangnya perhatian dan salah urus selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2010, bangunan tempat tentara Romawi Kuno runtuh. Pompeii pun hampir kehilangan tempatnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang telah diterima pada tahun 1997.

Namun, belakangan ini, Pompeii terlihat akan terlahir kembali. Proyek restorasi dilakukan untuk mencegah lebih banyak reruntuhan, termasuk penggalian baru. Restorasi juga membantu membatasi efek ancaman baru seperti perubahan iklim, termasuk curah hujan semakin tinggi dan periode panas yang ekstrem.

Arkeolog Gabriel Zuchtrigel menggunakan teknologi komputer terbaru untuk memulihkan Pompeii.

"Beberapa kondisi berubah dan kami sudah dapat mengukurnya," kata Zuchtriegel kepada AP.

Kelahiran Pompeii, Kota Mati Italia yang Hampir Mati LagiPompeii Foto: (AP/Gregorio Burgia)

Harta karun Pompeii mencakup banyak karya seni yang bisa ditemukan di lantai dan dinding. Untuk memulihkan kota ini, bergantung pada manusia saja hampir tidak mungkin. Restorasi dibantu oleh alat kecerdasan buatan (AI) dan drone yang akan mengumpulkan dan memproses data dan gambar secara real time.

Sejak tahun lalu, AI dan robot sudah melakukan pekerjaan yang tak mungkin dilakukan manusia, seperti menyatukan kembali lukisan yang runtuh. Di antara tujuannya adalah membangun kembali langit-langit yang dihancurkan oleh pemboman sekutu selama perang dunia II.

Robot juga akan membantu memperbaiki kerusakan pada struktur yang runtuh pada sebuah bangunan yang diyakini pernah ditempati oleh tentara Romawi.

Sebanyak 17 dari 66 hektar lahan Pompeii masih belum digali. Mereka masih terkubur di bawah batu lava. Di sini ada perdebatan panjang tentang apakah mereka harus tetap dikubur atau tidak.

Saat ini tujuan taman Pompeii lebih dari sekadar melindungi reruntuhan. Musim dingin ini tur sore hari dengan pemandu ditawarkan di tempat-tempat yang tak terbuka untuk umum.

Sementara itu, kota terdekat, Napoli dan daerah pinggirannya yang luas di sekitar Vesuvius telah menderita atas kejahatan yang terorganisir dan penganguran yang tinggi. Hal ini menyebabkan banyak anak muda bermigrasi

Jadi, rencananya, taman arkeologi akan menyatukan siswa dari institusi yang lebih elit di daerah itu di daerah itu dan dari lingkungan pekerja. Mereka akan menampilkan drama Yunani Klasik di teater besar.

"Kami.. dapat mencoba berkontribusi pada perubahan," kata Zuchtriegel.

Ada pula rencana untuk membuat tempat berjalan umum di bagian Pompeii yang belum digali. Sampai saat ini, area itu digunakan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal dan bahkan ladang ganja.



Simak Video "7 Orang Tewas saat Italia Dilanda Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA