September: Wisata Muslim Makin Mendunia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kaleidoskop Travel 2013

September: Wisata Muslim Makin Mendunia

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 31 Des 2013 12:10 WIB
September: Wisata Muslim Makin Mendunia
(Putri/detikTravel)
Bangli - Di dunia traveling, September 2013 menandai betapa wisata Muslim semakin menjadi tren dunia dengan digelarnya Konferensi Internasional Wisata Muslim di China. Selain itu, aneka festival penting digelar di Indonesia.

Dihimpun detikTravel, Selasa (31/12/2013), berikut 4 agenda besar dalam dunia travel bulan September 2013:

1. Konferensi Internasional Wisata Muslim

(Putri/detikTravel)
Sabtu (7/9), sebuah konferensi khusus wisata Muslim tingkat dunia digelar di China. Adalah World Muslim Tour Operations Conference 2013, konferensi khusus wisata Muslim yang digelar di Ningxia. detikTravel pun ikut serta dalam konferensi tersebut.

Konferensi ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, beberapa operator tur datang dari Malaysia, Iran, China, Taiwan, Brunei Darussalam, Singapura, Mesir, dan Arab Saudi.

Tujuannya, tentu saja untuk memperkenalkan wisata Muslim di dunia khususnya China. Tempat digelarnya konferensi ini, yakni di Ningxia, merupakan wilayah China yang mayoritas dihuni warga Muslim.

2. Festival Danau Toba

(Eny/detikTravel)
Di mata turis asing, Danau Toba di Sumatera utara adalah salah satu tempat wisata berbasis geologi paling berpengaruh di dunia. Namun Festival Danau Toba yang digelar 8-14 September 2013 membuktikan bahwa kawasan ini juga kaya akan tradisi dan budaya.

Digelar di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, festival ini diramaikan aneka pertunjukan budaya. Salah satu yang paling menarik wisatawan adalah arak-arakan Sigale-gale raksasa. Ini adalah boneka kayu yang dibuat sebagai perwujudan mendiang anak Raja di Batak.

Boneka kayu berbentuk manusia itu diarak sejauh 18 Km. Para turis pun memadati tujuan akhir karnaval yakni Bukit Beta. Usai karnaval, para wisatawan dihibur dengan pentas drama. Seru!

3. Festival Danau Batur

(Rita/detikTravel)
Ini adalah tahun ketiga Festival Danau Batur kembali digelar. Bertempat di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, festival ini dimeriahkan beragam atraksi mulai dari budaya, olahraga, sampai kesenian lokal.

Festival Danau Batur digelar pada 20-23 September 2013. Selama 4 hari, wisatawan disuguhkan aneka pertunjukan mulai dari budaya, sejarah, dan wisata alam.

Rangkaian kegiatan Festival Danau Batur ini meliputi workshop kepariwisataan mengenai geopark yang diikuti sekitar 150 peserta dari Bali, Medan, Bogor dan Jakarta. Ada juga pameran pariwisata, lomba fotografi dengan 830 foto dari 321 peserta, fun bike, memancing, desain bambu, lomba gebogan alias seni merangkai buah untuk sesaji saat acara adat, beleganjur atau musik khas Bali, dan lomba perahu jukung.

4. Festival Sorong

(Ropesta/detikTravel)
27-29 September 2013, Festival Nusantara Sorong Raya atau yang sering disebut Festival Sorong kembali digelar. Ini adalah salah satu bentuk promosi, untuk mendongkrak popularitas Sorong sebagai kota wisata di Papua.

Sampai saat ini, Sorong baru dikenal sebagai kota transit menuju kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Padahal Sorong adalah kota yang strategis, dengan potensi wisata yang besar.

Wakil Walikota Sorong, Pahimah Iskandar mengatakan kepada detikTravel, ada beberapa lokasi wisata yang belum banyak dijamah wisatawan. Mulai dari Pulau Kasuari, Pulau Sop, dan Tanjung Batu. Oleh karena itu, Festival Sorong menyuguhkan beragam tarian, fashion show dan kuliner yang merepresentasi suku-suku di wilayah tersebut.
Halaman 2 dari 5
Sabtu (7/9), sebuah konferensi khusus wisata Muslim tingkat dunia digelar di China. Adalah World Muslim Tour Operations Conference 2013, konferensi khusus wisata Muslim yang digelar di Ningxia. detikTravel pun ikut serta dalam konferensi tersebut.

Konferensi ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, beberapa operator tur datang dari Malaysia, Iran, China, Taiwan, Brunei Darussalam, Singapura, Mesir, dan Arab Saudi.

Tujuannya, tentu saja untuk memperkenalkan wisata Muslim di dunia khususnya China. Tempat digelarnya konferensi ini, yakni di Ningxia, merupakan wilayah China yang mayoritas dihuni warga Muslim.

Di mata turis asing, Danau Toba di Sumatera utara adalah salah satu tempat wisata berbasis geologi paling berpengaruh di dunia. Namun Festival Danau Toba yang digelar 8-14 September 2013 membuktikan bahwa kawasan ini juga kaya akan tradisi dan budaya.

Digelar di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, festival ini diramaikan aneka pertunjukan budaya. Salah satu yang paling menarik wisatawan adalah arak-arakan Sigale-gale raksasa. Ini adalah boneka kayu yang dibuat sebagai perwujudan mendiang anak Raja di Batak.

Boneka kayu berbentuk manusia itu diarak sejauh 18 Km. Para turis pun memadati tujuan akhir karnaval yakni Bukit Beta. Usai karnaval, para wisatawan dihibur dengan pentas drama. Seru!

Ini adalah tahun ketiga Festival Danau Batur kembali digelar. Bertempat di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, festival ini dimeriahkan beragam atraksi mulai dari budaya, olahraga, sampai kesenian lokal.

Festival Danau Batur digelar pada 20-23 September 2013. Selama 4 hari, wisatawan disuguhkan aneka pertunjukan mulai dari budaya, sejarah, dan wisata alam.

Rangkaian kegiatan Festival Danau Batur ini meliputi workshop kepariwisataan mengenai geopark yang diikuti sekitar 150 peserta dari Bali, Medan, Bogor dan Jakarta. Ada juga pameran pariwisata, lomba fotografi dengan 830 foto dari 321 peserta, fun bike, memancing, desain bambu, lomba gebogan alias seni merangkai buah untuk sesaji saat acara adat, beleganjur atau musik khas Bali, dan lomba perahu jukung.

27-29 September 2013, Festival Nusantara Sorong Raya atau yang sering disebut Festival Sorong kembali digelar. Ini adalah salah satu bentuk promosi, untuk mendongkrak popularitas Sorong sebagai kota wisata di Papua.

Sampai saat ini, Sorong baru dikenal sebagai kota transit menuju kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Padahal Sorong adalah kota yang strategis, dengan potensi wisata yang besar.

Wakil Walikota Sorong, Pahimah Iskandar mengatakan kepada detikTravel, ada beberapa lokasi wisata yang belum banyak dijamah wisatawan. Mulai dari Pulau Kasuari, Pulau Sop, dan Tanjung Batu. Oleh karena itu, Festival Sorong menyuguhkan beragam tarian, fashion show dan kuliner yang merepresentasi suku-suku di wilayah tersebut.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads