Tak sedikit traveler yang penasaran, seperti apa rasanya mengunjungi Korea Utara. Negeri itu seperti tak pernah membuka diri, apalagi bagi wisatawan. Hingga akhirnya baru-baru ini, Korut mulai melunak soal pariwisata.
Traveler kini bisa mengikuti beberapa jenis tur ke Korut, meski prosesnya tidak gampang. Yang terbaru adalah tur bersepeda dari Tumen, kota perbatasan China-Korut. Dengan catatan, Anda harus berkewarganegaraan China.
Melansir CNN, Jumat (16/4/2014), tur sehari penuh ini harganya USD 50 (Rp 572.000) sudah termasuk visa. Memang, visa ke Korut sangat mudah didapatkan oleh warga China.
Tur pertama kali berlangsung pada 2 Mei lalu, diikuti oleh 35 turis asal China. Mereka bersepeda dari Kota Tumen di timur laut China menuju Nanyang City di Korut, kemudian kembali pada hari yang sama.
Para turis itu menyambangi stasiun kereta Nanyang, Korean War Hero Martyrs Monument, poster besar Kim Il Sung, dan The Tower of Immortality. Mereka juga menonton pertunjukan dan mencicipi makanan ringan khas Korea Utara di pasar dekat Nanyang International Hotel.
Hotel tersebut adalah tempat Kim Il Sung bertemu Zhou Baozhong, Jenderal China yang tersohor pada masa Perang Dunia II. Total tur ini tak sampai 3 jam.
"Di Korea Utara, makanannya bebas polusi. Sayuran, ikan, telur, semua rasanya enak. Kami tidak ada masalah makan di sini," tutur Zhao Xin, salah satu turis yang ikut tur sepeda kepada kantor berita Xinhua.
Kota Tumen merupakan bagian dari Yanbian Korean Autonomous Perfecture, Provinsi Jilin, China. Ini adalah kota perbatasan yang cukup terkenal bagi turis yang ingin mengunjungi Korea Utara. Hampir 10.000 turis China mengunjungi negara tersebut lewat agen perjalanan.
"Keuntungan terbesar turis yang mau ke Korut lewat Tumen adalah kemudahan mendapat visa. Kalau mendaftar ke agen perjalanan di Tumen dan Tumen City Tourism Bureau, Anda akan mendapat visa dan perjalanan pun disetujui pada hari yang sama," tutur Zhong Shi-jiu, Walikota Tumen.
Namun sayangnya sampai saat ini, tur sepeda belum boleh diikuti turis non-China. Selain bersepeda, turis China juga bisa mengikuti walking tour yakni jalan kaki melintasi perbatasan negara.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong