Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Nov 2018 07:20 WIB

TRAVEL NEWS

Kesulitan Mendaki Es Abadi Indonesia

Afif Farhan
detikTravel
Es abadi di Indonesia (Afif farhan/detikTravel)
Es abadi di Indonesia (Afif farhan/detikTravel)

FOKUS BERITA

Es Abadi Indonesia
Jakarta - Es abadi Indonesia berada di Puncak Jaya, Puncak Sumantri dan Puncak Carstensz Timur, Papua. Apa saja kesulitan yang ditemui para pendaki di sana?

Tiga puncak yang terselimuti es abadi itu ada di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Ketinggiannya mencapai 4.600-an mdpl, serta sudah jadi impian para pendaki dunia. Ardeshir Yaftebbi, salah seorang pemandu gunung dari Indonesian Mountain Specialist (IMOSA) menjelaskan kesulitan-kesulitannya di sana.

"Yang paling sulit itu saat salju turun dan kabut, karena kita tidak bisa melihat apa-apa. Lagipula, sulit membuat tanda jika terjebak di sana," terangnya kepada detikTravel, Kamis (15/11/2018).

Menurut Ardeshir yang sudah mendaki 5 puncak dari Seven Summits dunia, kebanyakan gunung-gunung es di luar negeri yang sudah tertata jelas regulasinya memiliki beberapa tanda yang menunjukan tempat bahaya. Sehingga pendaki tahu, harus melangkah ke mana dan harus menghindari titik-titik rawan tersebut.

BACA JUGA: Cerita Pendaki yang Pernah Berdiri di Es Abadi Indonesia

Selain itu, saat mendaki es abadi tersebut disarankan memakai kacamata UV 400 atau kacamata salju. Mengapa?

"Kacamata yang UV 400 bisa lindungi mata dari pantulan matahari. Es itu memantulkan sinar matahari, jadi dari atas dan bawah silau banget dan bisa buta," jelas Ardeshir yang pernah menjadi ketua tim ekspedisi Indonesia Seven Summit Expedition di tahun 2012.

Ardeshir Yaftebbi (dok IMOSA)Ardeshir Yaftebbi (dok IMOSA)

Fisik pun harus siap dan peralatan pendakian gunung es harus lengkap. Soal fisik, pendakian ke es abadinya saja sudah memakan waktu 5-6 jam.

"Jalan di es juga harus zig-zag karena tidak bisa jalan lurus. Saat memakai krampon (sepatu es), harus panjang langkahnya jangan dekat-dekat karena berbahaya nanti duri-duri sepatunya bisa kena kaki sendiri," kata Ardeshir.

Es abadi di Pegunungan Jayawijaya (Afif Farhan/detikTravel)Es abadi di Pegunungan Jayawijaya (Afif Farhan/detikTravel)

Beberapa operator tur seperti Adventure Carstensz dan IMOSA menawarkan pendakian ke es abadi di Pegunungan Jayawijaya. Sayangnya, menurut BMKG pada periode 2025-2030 diperkirakan es abadinya akan hilang.

BACA JUGA: Penjelasan BMKG Mengenai Es Abadi Indonesia yang Akan Hilang

(bnl/fay)

FOKUS BERITA

Es Abadi Indonesia
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED