Dilansir dari BBC, Jumat (11/10/2019), rencana Norwegia tersebut sudah pelan-pelan dilakukan sejak Juli 2018. Menteri Transportasi Norwegia Ketil Solvik-Olsen dan Kepala Lembaga Penerbangan Norwegia Avinor Dag Falk-Petersen, menjajal pesawat Alpha Electro G2.
Pesawat listrik tersebut kecil ukurannya, hanya mampu menampung 2 orang. Bahkan kabarnya, Solvik-Olsen dan Falk-Petersen harus menjalani diet ketat sebelum terbang naik pesawatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat listrik yang sudah dicoba oleh Norwegia (REUTERS/Alister Doyle) |
BACA JUGA: Di Masa Depan, Ada Pesawat Tanpa Pilot yang Siap Mengudara
Menteri Transportasi Norwegia tersebut menegaskan, Norwegia tak main-main untuk membuat pesawat listrik. Rencananya, mimpi memiliki pesawat listrik akan dicapai pada tahun 2040.
"Kami yakin akan mewujudukan mimpi ini. Semua penerbangan domestik di Norwegia akan bisa menggunakan pesawat listrik," tegas Solvik-Olsen.
Lewat pesawat listrik, Norwegia ingin memerangi polusi udara. Asal tahu saja, industri penerbangan menyumbang sekitar 2% dari emisi global dunia, dan diperkirakan meningkat.
BACA JUGA: Mungkinkah Industri Penerbangan Mengurangi Polusi?
Akan tetapi, membuat pesawat listrik bukanlah barang mudah. Zunum Aero, perusahaan asal AS yang sedang membuat pesawat listrik masih kesulitan mencari formula yang pas.
Terutama soal baterai yang akan menjadi bahan bakar pesawat listrik. Untuk menerbangkan pesawat listrik dengan ukuran pesawat komersil yang besar dan mampu menampung ratusan orang, perlu baterai yang luar biasa besar. Selain itu, juga mampu mengendalikan panasnya agar pesawat tetap selamat terbang.
Pesawat listrik dari Zunum Aero (Zunum Aero) |
(aff/krs)












































Pesawat listrik yang sudah dicoba oleh Norwegia (REUTERS/Alister Doyle)
Pesawat listrik dari Zunum Aero (Zunum Aero)
Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam