Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Mei 2020 05:31 WIB

TRAVEL NEWS

Persediaan Makanan Tak Cukup, Dua Panda Raksasa Ini Dipulangkan ke China

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Panda
Foto: Dua panda raksasa dikembalikan ke China (Getty Images)
Jakarta -

Panda terimbas langsung oleh pandemi virus Corona. Panda harus mudik ke China karena sulit mendapatkan makan di perantauan.

Dilansir CNN Travel, dua panda raksasa yang berada di Kebun Binatang Calgary, Kanada dikembalikan ke China karena persediaan bambu, makanan panda, kurang. Biasanya, bambu-bambu dikirim langsung dari China, tapi COVID-19 yang mengganggu penerbangan membuat pasokan bambu seret.

Dua panda raksasa bernama Er Shun dan Da Mao sebenarnya harus tetap berada di Kanda sampai tahun 2023 sebagai perjanjian dengan China. Tapi, kebun binatang memutuskan untuk mengembalikan mereka ke China karena khawatir akan memperburuk keadaan.

PandaPanda (Getty Images)

Makanan panda berupa bambu segar. Hewan-hewan menggemaskan itu biasanya memakan sekitar 40 kg bambu setiap hari.

Kebun binatang telah berupaya untuk mencari pemasok bambu untuk memberi makan panda, tetapi mereka mengalami masalah logistik. Selain itu, kalaupun mendapat pasokan baru mereka khawatir nantinya juga akan terhambat dan panda-panda kehabisan makanan.

"Kami percaya, tempat terbaik bagi Er Shun dan Da Mao selama masa yang penuh tantangan dan belum pernah terjadi sebelumnya ini adalah di mana bambu melimpah dan mudah diakses," kata CEO Kebun Binatang Calgary, dr Clement Lanthier.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk dibuat tapi kesehatan hewan yang kita cintai dan rawat selalu menjadi yang utama," dia menambahkan.

Pada awalnya, kedua panda menggemaskan ini tinggal di Kebun Binatang Toronto, Kanada pada tahun 2014 selama lima tahun. Tapi, kemudian pada bulan Maret 2018 pindah ke Kebun Binatang Calgary dengan anak-anak mereka, Jia Panpan dan Jia Yueyue. Kini anak-anak panda telah dipindahkan ke China.

Clement mengatakan kepada CBC bahwa sejak beberapa minggu lalu, kebun binatang telah memulai proses pemindahan panda. Kini mereka berharap izinnya disetujui minggu ini.

Selama bertahun-tahun, China telah mengirim panda raksasa keluar negeri sebagai tanda persahabatan dan kerja sama antara Beijing dan negara negara lain. Hal ini juga dilakukan sebagai bagian dari kampanye diplomasi panda untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang asing untuk melihat hewan-hewan ini lebih dekat.



Simak Video "Kebun Binatang Defisit Akibat COVID-19, Haruskah Satwanya Dilepasliarkan?"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA