Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jul 2020 17:00 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Kerajaan Mataram: Letak, Masa Kejayaan, hingga Peninggalan

Puti Yasmin
detikTravel
Kerajaan mataram
Foto: Satrio Mur Bayu/d'travelers/Sejarah Kerajaan Mataram: Letak, Masa Kejayaan, hingga Peninggalan
Jakarta -

Ada banyak kesultanan yang pernah berdiri di Indonesia, salah satunya kerajaan Mataram. Kerajaan ini diketahui berdiri sekitar abad ke-16 dan menjadi salah satu kerajaan Islam di Tanah Air.

Walaupun memiliki nama Mataram, letak kerajaan Mataram bukan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat tetapi di Jawa Tengah. Nah, penasaran kan bagaimana sejarahnya?


Berikut sejarah kerajaan Mataram dikutip dari buku 'Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa' karya Alik Al Adhim:

1. Kehidupan di Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram menjadi salah satu kesultanan Islam yang berkembang pesat di tanah Jawa. Ada berbagai cara yang dilakukan penguasa kala itu demi menjadikan Kerajaan Mataram sebagai pusat agama Islam, misalnya mendirikan rumah ibadah.

Selain itu, kerajaan Mataram juga rutin menerjemahkan naskah Arab, menerjemahkan Al Quran ke bahasa Jawa, hingga mendirikan pesantren demi menjadikan wilayahnya sebagai pusat agama Islam.

2. Masa Kejayaan Kerajaan Mataram

Masa kejayaan berhasil didapatkan saat Sultan Agung Hanyokrokusumo menjabat menjadi raja. Ia diketahui berhasil menyatukan pulau Jawa dengan mendudukkan raja-raja lainnya.

Adapun, wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Sayang, masa kejayaan itu harus berakhir karena ia diketahui wafat saat menyerang VOC di Batavia pada tahun 1628 hingga 1629 M.

3. Raja-raja

Raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Mataram adalah Sutawijaya atau dikenal juga dengan nama Panembahan Senopati. Kala ia menjabat ia sering melakukan ekspansi ke beberapa daerah untuk mengembangkan wilayah.

Bahkan, para penduduk di daerah yang ditaklukkan harus menganut agama Islam. Hal ini dilakukan demi mencapai keinginannya menjadikan kerajaan Mataram sebagai pusat agama Islam.

Sutawijaya diketahui menjabat selama 26 tahun lamanya dari 1575 M hingga 1601 M. Selanjutnya, di tahun 1601 M kerajaan dipimpin oleh Mas Jolang atau Panembahan Sedo Krapyak.

Sayang, di tahun 1613 M ia meninggal dunia karena gugur dalam usahanya ekspansi kerajaan Mataram ke daerah Krapyak, Yogyakarta. Posisinya pun digantikan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Raja Sultan Agung Hanyokrokusumo menjadi raja terbesar dari semua pemimpin kerajaan Mataram. Namun, di tahun 1645 M ia meninggal dunia karena usahanya merebut Batavia. Selanjutnya, kepemimpinan dipegang oleh Amangkurat I yang tidak lain anak dari Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Ia memerintah kerajaan Mataram mulai tahun 1645 hingga 1677 M. Terakhir, kepemimpinan dilanjutkan oleh Amangkurat II hingga akhirnya kerajaan Mataram mengalami keruntuhan.

4. Keruntuhan

Runtuhnya kerajaan Mataram Islam dikarenakan hubungan dengan para kolonial Belanda atau VOC yang tidak baik. Diketahui, Belanda mulai menguasai sebagian besar wilayah kerajaan Mataram saat Raja Amangkurat II memimpin. Hal ini pun membuat rakyat menderita karena kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Belanda.

5. Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Ada banyak peninggalan dari kerajaan Mataram Islam, yakni Masjid Agung Gedhe Kauman di Yogyakarta, hingga Masjid Agung Surakarta di Solo. Selain itu, ada juga kitab Sastra Gending yang menjadi sumber sejarah kerajaan mataram islam.

Dalam kitab yang ditulis oleh Raja Sultan Agung Hanyokrokusumo dari kerajaan Mataram, dikisahkan bahwa setiap orang harus menjadi pribadi yang sopan dan santun, baik di keadaan apapun.



Simak Video "Penemuan Uang Kuno Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA