Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Jul 2020 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Masinis Harus Rela Jadi 'Orang Ketiga'

Bonauli
detikTravel
Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.
Masinis Kereta Api di Dipo Lokomotif Tanah Abang (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Profesi masinis sudah akrab betul di telinga sejak traveler kecil, bukan? Tapi, tahukah untuk menjadi masinis haru rela menjadi 'orang ketiga'?

Lolos dari seleksi pendaftaran, tak membuat predikat masinis langsung disandang. Setelah itu, pelamar harus menjalani pelatihan mental yang diberikan oleh TNI. Itu agar calon masinis tangguh dalam setiap perjalanan.

Setelah mendapat bekal mental yang kuat, perjuangan calon masinis dilanjutkan ke tahap pendidikan dan pelatihan. Juga berlanjut kepada tahapan pengenalan mesin lokomotif sampai regulasi jadi hidangan utama tiap hari.

Septian Widi Subekti, salah satu masinis muda di Dipo Lokomotif Tanah Abang bercerita tentang perjuangannya menjadi masinis. Ada beberapa tahapan yang harus dilaluinya untuk sampai di titik ini.

Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.Masinis di Dipo Lokomotif Tanah Abang. Foto: Agung Pambudhy

"Jadi masinis itu ada tiga, yaitu masinis pertama, muda dan madya. Tiap tingkatan mempunyai pendidikan masing-masing," Widi menjelaskan.

Berkaca pengalamannya, Widi menyebut di tiap tingkatan masinis harus menyelesaikan tiga tes. Tesnya adalah pendidikan, lulus sertifikasi, dan lulus brevet o,63. Pendidikan dan sertifikasi berupa Diklat Masinis dan Uji Sertifikasi dari Dirjen Kereta Api.

"Sementara brevet O,63 ini sebut sebagai ujian 'orang ketiga'," Widi sembari tertawa.

Bukan, ini bukan orang ketiga dalam hubungan. Orang ketiga yang dimaksudkan adalah ujian di dalam kabin lokomotif regular bersama masinis dan asisten masinis.

"Kalau di dalam kabin biasanya dua orang ini ada tiga orang, makanya sebutannya orang ketiga," katanya.

Brevet O,63 adalah ujian pemahaman lintas. Jadi calon masinis akan langsung diuji oleh KUPT Crew KA yang menguasai lintas tersebut. Setelah dinayatakan lulus, baru bisa didinaskan sebagai awak KA.

Ujian brevet O,63 ini begitu spesial. Begini, jika seorang masinis diuji brevet O,63 untuk lintas Jakarta-Cirebon, maka ia akan mendapat dinas di jalur itu.

"Tiap masinis bisa mengikuti beberapa brevet O,63. Semakin banyak semakin bagus untuk masinis," dia menjelaskan.

Ini mengapa pemahaman lintas akan menjadi bekal masinis saat berdinas. Namun brevet O,63 memiliki masa berlaku. Jika tiga bulan tidak melewati perlintasan tersebut, maka brevet O,63 akan hangus.

"Jarang terjadi, tapi kalau pandemi seperti ini bisa saja. Karena ada banyak pembatalan perjalanan dan masinis tidak bertugas. Kalau sudah lewat 3 bulan, harus tes brevet O,63 lagi," kata Widi.



Simak Video "Ini Perbedaan Masinis KA Lokomotif dan KRL"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA