Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 18:12 WIB

TRAVEL NEWS

3 Cara untuk Pindah Kewarganegaraan Versi Warganet

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Paspor Indonesia
Ilustrasi (iStock)
Jakarta -

Tak sedikit warganet yang berandai-andai untuk pindah kewarganegaraan. Sejumlah warganet pun punya cara masing-masing.

Buntut dari DPR resmi sahkan RUU kontroversial Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-undang pada Senin kemarin (5/10) membuat publik geram. Masalahnya, undang-undang yang diusung oleh Pemerintah itu dianggap berat sebelah dan merugikan para buruh.

Terlepas dari tagar yang menjadi bentuk perlawanan di dunia maya, media sosial Twitter juga diramaikan oleh andai-andai warganet untuk pindah kewarganegaraan sebagai bentuk kekecewaan.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (6/10/2020), tak sedikit warganet yang mengungkapkan keinginan itu lewat ide masing-masing. Berikut beberapa di antaranya:

1. Cari pasangan bule

"Harus gencar-gencar cari bule nih biar bisa pindah negara," cuit salah satu warganet.

Dari dulu sampai sekarang, opsi mencari pasangan bule atau warga asing menjadi salah satu andalan untuk pindah kewarganegaraan. Setelah menikah, traveler bisa makin mantap ikut dengan calon pasangan dan pindah ke negara asalnya.

Hanya saja, cari pangan bule atau warga asing tak selalu mudah. Ada perbedaan budaya serta prinsip yang harus dipertemukan lebih dulu.

2. Ikut pertukaran pelajar

"Pengin cepat-cepat kuliah, udah gitu ambil jurusan bahasa asing ya contohnya Jepang. Udah gitu ambil pertukaran pelajarnya dan simplenya sampai di Jepang, aku daftarakan diri untuk pindah kewarganegaraan," cuti warganet lainnya.

Pertukaran pelajar, jadi salah satu untuk menapaki pindah kewarganegaraan. Selain bisa melakukan penjajakan lebih dulu di negara yang menyelenggarakan pertukaran pelajar, kamu juga bisa lebih banyak mengenal soal budaya hingga tata administrasi di negara tersebut.

3. Program pencari suaka

"Mau pindah negara? Bisa, kalau beneren niat ada yang namanya asylum seeker, contoh beberapa negara yang menerima: Australia, Swiss, Swedia, Austria, Belanda," tulis salah satu warganet.

Opsi asylum seeker atau pencari suaka juga dianggap sebagai salah satu cara untuk pindah kewarganegaraan. Mengacu pada Konvensi 1951 tentang Status Pencari Suaka, seorang Pencari Suaka adalah seseorang yang menyebut dirinya sebagai pengungsi, namun permintaan mereka akan perlindungan belum selesai dipertimbangkan.

Pencari suaka yang sedang mencari dan meminta perlindungan akan dievaluasi melalui prosedur penentuan status pengungsi. Untuk menjadikan diri mereka sebagai status pengungsi, mereka harus melewati berbagai tahap yang dimulai sejak tahap pendaftaran pencari suaka.

Setelah melewati tahap registrasi, mereka akan melakukan proses interview. Proses interview ini akan menghasilkan keputusan terhadap mereka sebagai status pengungsi. Namun apabila mereka tidak bisa melewati proses interview maka, status pengungsi akan ditolak.

Itulah beberapa unek-unek dan ide dari warganet yang menyuarakan pindah kewarganegaraan akibat geram oleh UU Omnibus Law Cipta Kerja. Namun, semua kembali pada pilihan masing-masing. Belum tentu di negeri orang, lebih enak kan?

(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA