Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Nov 2020 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Istimewa! Indonesia Negara Kedua yang Masuk Arab Saudi

Bonauli
detikTravel
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Arab Saudi buka umroh lagi, Indonesia negara kedua. (AP Photo)
Jakarta -

Indonesia mendapatkan kesempatan spesial dari Arab Saudi. WNI menjadi prioritas sebagai jemaah umroh saat Arab Saudi membuka gerbang pada pandemi virus Corona.

Ini terlihat saat penerimaan kembali jemaah umroh dunia. Di kloter pertama sejak ditutup pada Februari 2020, Arab Saudi hanya memperbolehkan jamaah dari dua negara, yaitu Pakistan dan Indonesia.

"Rombongan Indonesia adalah rombongan ke 2 yang datang setelah Pakistan, kita termasuk dua negara yang diperbolehkan Umroh saat negara lain belum ada yang masuk," jelas Limi Maria Goretti, Humas Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) kepada detikcom.

Totalnya ada 317 jamaah yang terbang ke Arab Saudi. Rombongan jamaah kloter pertama ini dilepas oleh Dirbina Haji Umrah Kemenag H Arfi Hatim dan pejebat kemenag beserta Pejabata Kemenkes & BNPB, serta Dubes Arab Saudi Esam A Abid Elthagafi.

Pemilihan Indonesia sebagai salah satu negara yang boleh masuk Arab Saudi tentu cukup mengejutkan. Apalagi, melihat kasus infeksi terbaru di Indonesia yaitu 2.618 kasus merujuk kepada Worldmeter.

"Ketentuannya dari pemerintah Arab Saudi. Memang asosiasi juga berusaha agar Indonesia dapat diprioritaskan, mengingat jamaah kita cukup banyak dan menjadi negara muslim nomor 1 dunia," dia mengungkapkan.

Dalam pelaksanaannya, umroh di tengah pandemi COVID-19 itu sangat berbeda dari biasanya. Jamaah harus lolos beberapa pengecekan kesehatan. Bahkan di kloter pertama ini ada yang gagal berangkat.

"Yang gagal nanti diberangkatkan di kloter kedua, tanggal 3 November," dia menjelaskan.

Ada 26.328 jamaah atau 44% dari yang sudah mendapat nomor registrasi berusia 18-50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi ini.

Terkait jumlah jamaah yang berusia 18-50 tahun, sebanyak 21.418 sudah mendapat nomor porsi yang artinya telah melakukan pembayaran. Sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, dapat visa, dan punya tiket keberangkatan.

"Kami semua sangat antusias dengan pembukaan umroh ini," kata dia.



Simak Video "Pemerintah Lobi Saudi Agar RI Bisa Kirim Jemaah Umroh"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA