Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Jan 2021 12:16 WIB

TRAVEL NEWS

Naik Pesawat Gratis Pakai Identitas Palsu, Pria Ini Dipenjara 30 Bulan

Spirit Airlines
Foto:Ilustrasi Spirit Airlines (dok spirit.com)
Los Angeles -

Ternyata identitas palsu bisa digunakan buat naik pesawat. Seorang pria di AS dihukum penjara 30 bulan karena memakai identitas palsu buat naik pesawat gratis.

Di Amerika Serikat ada banyak kasus pemalsuan identitas. Biasanya mereka memalsukan identitas supaya bisa membeli minuman beralkohol di toko khusus atau masuk ke dalam bar. Namun seorang pria yang berasal dari Houston menggunakan identitas palsu untuk hal lain: naik pesawat secara gratis.

Ya, pria bernama Hubbard Bell (32) membuat identitas palsu, seolah-olah dia adalah karyawan Mesa Airlines yang memiliki akses resmi penerbangan gratis dari maskapai Spirit Airlines sebagai salah satu paket benefit dari pekerjaannya.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Jumat (15/1/2021), sebenarnya, Hubbard memang memiliki hak khusus untuk mendapatkan keuntungan berupa penerbangan gratis dari maskapai tempatnya bekerja. Masalahnya adalah, Hubbard sudah dipecat dari pekerjaannya di Mesa Airlines sejak tahun 2015.

Namun berkat identitas palsu itu, Hubbard membuat sekitar 1.953 buah pesanan tiket pesawat dengan berbagai tujuan, yang nama penumpangnya tidak cocok dengan nama karyawan Mesa Airlines yang berhak untuk memesan penerbangan gratis tersebut. Hubbard melakukan aksinya itu dari sejak awal tahun 2016 hingga akhir 2017.

"Bell secara tidak sah menggunakan informasi karyawan miliknya, untuk memesan 34 penerbangan gratis untuk dirinya sendiri di pesawat Spirit Airlines. Bell menggunakan penerbangan gratis itu untuk terbang keluar masuk Los Angeles, meski Mesa Airlines sudah tidak lagi mempekerjakannya," kata Jaksa Penuntut Umum di pengadilan Central California.

Di bulan September 2020 lalu, Hubbard dinyatakan bersalah atas tindakannya itu. Dia dihukum 30 bulan penjara serta diminta untuk membayar denda sebesar USD 150.000 (setara Rp 2,1 miliar) untuk mengganti uang tiket Spirit Airlines yang sudah dia manfaatkan.

Hubbard pun mengakui perbuatannya itu. Dia dan rekannya bahkan membuat dan menjual identitas palsu dari data resmi karyawan Mesa Airlines yang digunakan traveler lain untuk terbang secara gratis.

Tindakan pencurian identitas untuk naik pesawat itu terungkap berkat kerja sama apik antara FBI, dibantu oleh Federal Air Marshall Service, serta pihak Transportation Security Administration (TSA).



Simak Video "Pesawat Jatuh Timpa Rumah di AS, Tiga Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA