Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Jan 2021 22:12 WIB

TRAVEL NEWS

Sandi Singgung Big Data di Lombok, Bisa Bawa Turis Lebih Banyak

Meski Hujan Deras, Menparekraf Sandi Tetap Sapa Masyarakat Bahas Soal MotoGP
Sandiaga Uno di Desa Wisata Bilebante, NTB (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Mataram -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menggunakan big data sebagai salah satu acuan dalam memajukan program-programnya. Tak hanya itu, data-data ini diharap bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan jika dikelola dengan baik.

Menparekraf Sandiaga Uno sedikit menjabarkan terkait big data dalam pariwisata Indonesia dalam kunjungan ke Lombok, Jumat (15/1/2021). Kata dia, minat turis ke tanah Sasak bukan hanya ke Mandalika atau gili saja.

"Salah satunya dengan big data, dari data yang kita dapat, misalnya di NTB, ternyata minat itu bukan hanya di wilayah Mandalika saja," kata Sandi.

"Tetapi, (dari situ dapat dilihat) ada juga minat di Rinjani, Sengigi, dan Sumbawa. Itu kita dapatkan dari big data," tambah dia menambahkan.

Lebih lanjut, Lombok oleh pemangku kepentingan dan masyarakat tetap menginginkan status bandara internasional di wilayahnya. Berdasarkan big data, ada peningkatan kunjungan kala ada penerbangan langsung dari dan ke luar negeri.

"Tadi mengenai direct flight, tadi masukan dari pak gubernur juga, dan memperkaya data kita. Kita cek sesuai bahwa direct flight dari beberapa tempat ke Lombok ini meningkatkan kunjungan wisatawan," urai Sandi.

"Jika kita mengambil kebijakan berbasis data, menggunakan big data, analytics kita akan sangat terbantukan," imbuh dia.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan wartawan di akhir tahun lalu, Sandi dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo juga menyinggung soal big data pariwisata Indonesia.

Kala itu, mereka membicarakan soal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki 30 juta pekerja yang juga terdampak karena pandemi.

Selanjutnya: 3 Platform Kemenparekaf untuk Wisata Bangkit di 2021

Ada tiga platform Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan dilakukan di tahun 2021.

Pertama, akselerasi pembangunan infrastruktur di 5 destinasi superprioritas, kedua, penyiapan calendar of Event di setiap destinasi, terutama 5 destinasi super prioritas.

Ketiga, implementasi aspek K4 atau protokol kesehatan pada setiap destinasi pariwisata sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman, dan terakhir, ekonomi kreatif lokomotif penciptaan lapangan kerja, terutama untuk sektor yang menyerap dan menggerakkan ekonomi.

Untuk itu, ada tiga platform program Kemenparekraf ke depan untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pertama adalah inovasi yaitu melalui pendekatan big data. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo menuturkan bahwa teknologi digital sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari hari.

"Konteksnya di pariwisata, kita suka alam kita pastinya melihat video YouTube video mengenai laut gunung, dan sebagainya, kita juga akan melihat iklan-iklan ke depannya feature video juga yg berhubungan dengan hal tersebut," kata Angela, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

"Nah ini sebetulnya adalah yg bisa kita manfaatkan ke depannya bagaimana kita bisa mempromosikan jauh lebih efisien lebih efektif lagi dan terutama lebih personalised. ini kuncinya personalised," ujarnya.



Simak Video "Langgar Prokes Saat Libur Lebaran, Destinasi Wisata Akan Ditutup!"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA