Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Jan 2021 20:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pandemi Lebih Lama, KLM Kembali Rumahkan Ribuan Karyawan

Pesawat B747 KLM
Foto: Nicolas Economou/NurPhoto/Getty Images/CNN
Amsterdam -

Pandemi COVID-19 juga berimbas pada maskapai KLM milik Belanda. Kabarnya, mereka akan kembali merumahkan ribuan karyawannya.

Dilansir detikTravel dari situs resmi KLM, Jumat (22/1/2020), per hari Kamis kemarin (21/1), Maskapai penerbangan Belanda KLM mengatakan tahun ini mereka akan memangkas antara 800 dan 1.000 pekerjaan lagi. Hal itu terjadi karena pandemi virus corona menghantam sektor penerbangan lebih lama dari yang diperkirakan.

Pemangkasan pekerjaan itu terjadi setelah pengumuman 5.000 lebih PHK pada bulan Juli oleh maskapai yang menjadi bagian dari grup Air France-KLM.

"Kenyataannya adalah pemulihan memakan waktu, jauh lebih lama dari yang diharapkan, terutama untuk penerbangan jarak jauh, sebagian karena pembatasan perjalanan internasional baik yang sudah diberlakukan maupun pembatasan yang baru," kata KLM dalam sebuah pernyataan.

"Ini berarti KLM harus memangkas 800 hingga 1.000 pekerjaan lagi," tulis KLM.

Pekerjaan tersebut mencakup 500 awak kabin, 100 awak penerbangan, dan antara 200 hingga 400 awak di darat. Jadi dengan demikian total jumlah pekerjaan yang hilang di KLM bakal mencapai hampir 6.000 orang.

CEO KLM Pieter Elbers mengatakan pembatasan baru-baru ini yang diumumkan oleh pemerintah Belanda pada penerbangan ke Belanda telah "menambah" masalah maskapai itu tetapi bukan penyebab langsung dari PHK baru.

Tindakan tersebut termasuk larangan penerbangan ke Belanda dari Inggris, Afrika Selatan dan Amerika Selatan.

Media Belanda mengatakan KLM juga terpaksa memangkas beberapa rute penerbangan jarak jauh karena tes virus corona tambahan untuk penumpang yang diumumkan oleh pemerintah akan mempersulit pergerakan awak.

"Pengurangan ini terlepas dari langkah baru yang diambil oleh kabinet dalam 48 jam terakhir," kata Elbers.

"Langkah-langkah baru ini menjadi contoh dari sejumlah pembatasan dan dinamika yang kita hadapi di seluruh dunia sejak pandemi merebak," tambahnya.

KLM telah mengalami kerugian besar meskipun mendapat dana talangan pemerintah Belanda senilai 4,0 miliar dolar tahun lalu. Para pilot menyetujui kesepakatan pemotongan gaji selama lima tahun pada November untuk melapangkan jalan bagi pemberian subsidi tersebut.



Simak Video "Belanda Akan Buka Lockdown Walau Covid-19 Masih Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA