Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Jan 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Keluarga 3 Korban Sriwijaya Air Gugat Boeing di AS

Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).
Tabur bunga korban Sriwijaya Air SJ 182 Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Keluarga 3 korban Sriwijaya Air SJ 182 akhirnya menggugat produsen pesawat yang jatuh tersebut, Boeing Corporation di AS. Gugatan dilakukan pada 25 Januari lalu.

"Gugatan sudah diajukan ke Pengadilan Circuit Cook County, Illinois, kantor pusat Boeing," demikian keterangan dari firma hukum Wisner.

Firma hukum Wisner ini sebelumnya mewakili korban kecelakaan Lion Air JT 610 dan Ethioia Air ET 302 untuk menggugat Boeing. Wisner menyatakan telah mewakili keluarga korban kecelakaan udara Indonesia selama tiga dekade terakhir.

Beberapa di antaranya Garuda 152 dekat Medan pada 26 September 1997, Silk Air 185 dekat Palembang pada 19 Desember 1997, Garuda Air 421 di Sungai Solo pada 16 Januari 2002, Garuda Air 200 7 Maret 2007 di Yogyakarta, Lion Air JT 538 di Solo pada 2004, hingga Air Asia 8501 pada 28 Desember 2014 di Laut Jawa.

Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Dalam gugatan tersebut, pihak penggugat menyatakan sebagian pesawat Boeing 737-500 rusak dan sangat berbahaya karena autothrottle mengalami kegagalan fungsi. Itu, sambungnya, mengakibatkan perbedaan daya yang diberikan ke mesin dan menyebabkan hilangnya kendali.

Selain itu juga membuat mesin-katup pengecekan udara tahap kelima mengalami korosi dan bocor, menyebabkannya macet di posisi terbuka selama penerbangan.

"Ini telah mengakibatkan kompresor macet yang tidak terkendali," tulis Wisner.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak itu jatuh pada 9 Januari 2021.

Pesawat mengangkut 62 orang termasuk kru pesawat. Setelah 13 hari melakukan pencairan, tim SAR akhirnya menghentikan upaya evakuasi. Hingga 26 Januari lalu Tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi 55 jenazah korban.

55 Jenazah itu meliputi laki-laki 27 orang dan perempuan 28 orang. Jenazah korban 42 orang berhasil diidentifikasi melalui DNA dan 13 orang lainnya berhasil diidentifikasi melalui hasil sidik jari jenazah korban.

"Update hari ini, tim berhasil mengidentifikasi dua korban lagi. Dua korban lagi berhasil diidentifikasi pada hari ini," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Asep Hendradiana saat konferensi pers identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (26/1/2021).



Simak Video "RS Polri Terima 12 Laporan Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA