Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Feb 2021 16:45 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Sebut Desa Wisata Berpotensi Jadi Destinasi Digital Nomad

Putu Intan
detikTravel
Desa Wisata Panglipuran Bali
Desa wisata Penglipuran Bali. Foto: shutterstock
Jakarta -

Fenomena digital nomad kian menjadi tren di masa pandemi COVID-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut desa wisata punya potensi menjadi destinasi digital nomad.

Traveler masih ingat kasus Kristen Gray dan pasangannya yang dideportasi dari Indonesia gara-gara mengajak orang asing datang ke Bali saat pandemi COVID-19? Sebelum viral dan dideportasi, Kristen Gray yang merupakan warga negara Amerika Serikat itu bekerja sambil traveling di Bali.

Orang-orang seperti Kristen Gray ini disebut sebagai digital nomad atau pengembara digital. Mereka ini pada dasarnya ingin bekerja secara bebas tanpa terikat lokasi.

Tak terbatas WNA, fenomena digital nomad di kalangan WNI juga bermunculan di masa pandemi ini. Bali menjadi salah satu destinasi favorit yang dikunjungi para digital nomad. Ini karena fasilitas seperti internet yang sudah mumpuni serta memiliki suasana yang pas untuk liburan.

Selain Bali, rupanya masih ada sejumlah destinasi potensial yang dapat dikembangkan sebagai destinasi digital nomad di Indonesia. Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno ketika ditemui di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Sandiaga melihat fenomena ini potensial bagi pariwisata sehingga perlu didukung fasilitas di tempat wisata.

"Digital nomad termasuk wisatawan nusantara, misalnya dia 3 bulan di Malang, 3 bulan di Jogja, 3 bulan di Bali. Mereka ini harus diberikan satu produk wisata dan akses ekonomi kreatif yang bisa mendukung digital nomad sehingga mereka bisa bekerja di mana saja," kata Sandiaga.

Ketika ditanya apakah Kemenparekraf sudah mempersiapkan destinasi tertentu yang bakal digarap menjadi destinasi digital nomad, Sandiaga menyampaikan belum ada destinasi khusus. Tapi yang sudah terlihat potensinya adalah Bali dan desa-desa wisata di Indonesia.

"Secara natural Bali. Tapi Malang, Jogja, dan desa-desa wisata (juga potensial). Selama desa-desa wisata ini punya Wi-Fi dan jaringan interkoneksi yang baik, ini akan menjadi peluang," ujar Sandiaga.

Namun ia juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait perizinan agar jangan sampai potensi wisata ini justru merugikan daerah tujuan digital nomad. Saat ini, pihaknya ingin memaksimalkan digital nomad yang merupakan wisatawan nusantara.

"Ini tidak membatasi (digital nomad) tetapi menjadi satu peluang besar. Untuk mancanegara belum, harus sesuai hukum dan perundang-undangan. Kita akan buat terobosan-terobosan," ia mengungkapkan.



Simak Video "Dukung Dangdut Masuk UNESCO, Fitri Carlina Bikin Kafe di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA