Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Feb 2021 17:17 WIB

TRAVEL NEWS

Samudera Atlantik Melebar, Jarak Amerika Menjauh dari Eropa dan Afrika

Ilustrasi pergerakan lempengan di bawah Samudera Atlantik.
Ilustrasi Samudera Atlantik (NASA)
Jakarta -

Alam terus bergerak, hal itu tampak dari luas Samudera Atlantik yang melebar 4 centimeter setiap tahunnya. Sekaligus menjauhkan jarak antar benua.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Senin (1/2/2021), fenomena alam itu diakibatkan oleh lempengan tektonik di bawah Amerika yang mulai memisahkan diri dari Eropa dan Afrika seperti diberitakan Business Insider.

Namun, terkait detil persisnya masih jadi misteri bagi para ilmuwan. Padahal, sejumlah pergerakan geologi yang mendorong lempengan menjauh jarang terjadi di Samudera Atlantik.

Adapun sebuah penelitian yang dikeluarkan Rabu pekan lalu (27/1) mulai menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian yang dikeluarkan oleh Nature mengatakan, bahwa ekspansi dari Atlantik terletak jauh di bawah tanah jalur pegunungan di tengah samudera tersebut.

Puncak bawah laut itu juga dikenal sebagai Mid-Atlantic Ridge atau punggung bukit mid-Atlantik yang memisahkan lempengan Amerika Utara dari lempengan Eurasia, serta lempengan Amerika Latin dari lempengan Afrika.

Peneliti di belakang penelitian Samudera Atlantik itu menjelaskan, bahwa material dari dasar bumi itu tengah naik ke permukaan di bawah Mid-Atlantic Ridge dan mendorong lempengan tersebut. Dampaknya, kedua lempengan yang berada di bawah benua Amerika dan Eropa serta Afrika juga ikut menjauh.

Bahasa mudahnya, bayangkan bumi sebagai sebuah kue cokelat dengan pusat tengahnya yang dibalut sebuah cangkang keras. Pusat bumi itu terdiri dari sebuah mantel yang membungkus inti bumi.

Sedangkan lapisan teratas dari mantel tersebut adalah dasar bumi, yang menjelma jadi lempengan tektonik yang saling menyambung seperti sebuah puzzle.

Lempengan itu ada persis di atas mantel bumi yang bergerak mengikuti panas bumi yang seketika itu juga membeku ketika mendekasi pusatnya. Proses itu disebut sebagai konveksi, biasa terjadi ketika dua lempengan beradu. Di mana salah satunya masuk ke dalam.

Sebuah penelitian baru juga mengungkapkan bahwa Mid-Atlantic Ridge merupakan sebuah pusat konveksi. Satu kelompok peneliti menemukan, bahwa magma dan batu di bawah lapisan itu dapat mendorong naik ke permukaan.

Material yang terdorong itu adalah apa yang menyebar ke lempengan tektonik dan benua di atas. Di mana hal itu menyebabkan terjadinya pelebaran Samudera Atlantik sekitar 4 centimeter per tahunnya.



Simak Video "Berita Dunia: Bertaruh Nyawa Arungi Samudera Atlantik"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA