Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Feb 2021 10:35 WIB

TRAVEL NEWS

Jakarta Diusulkan Lockdown Akhir Pekan, Kalau Anak Lahir di Pesawat

Tim detikcom
detikTravel
Suasana ibu kota tampak lengang dan sepi saat hari pertama penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat PPKM aktivitas warga dibatasi.
Suasana Jakarta yang lengang (Rengga Sancaya/detikTravel)
Jakarta -

Mengikuti Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diusulkan untuk melakukan lockdown akhir pekan untuk wilayah zona merah dan oranye COVID-19.

Usul itu ditawarkan oleh Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partanonan Daulay. Saleh menjelaskan lockdown akhir pekan ini berlaku bagi kota dan kabupaten yang berkategori zona merah dan zona oranye. Setiap warga dilarang ke luar rumah pada akhir pekan.

"Tidak diperkenankan ke luar rumah selama akhir pekan mulai dari jam 8 malam hari Jumat sampai dengan Senin pagi jam 5 pagi," kata Saleh.

"Lockdown akhir pekan siapa pun orang yang keluar itu langsung diperiksa dan ada polisi di setiap jalan dan yang jaga itu kan polisi yang jaga di ujung-ujung aja jangan di sepanjang jalan," lanjutnya.

Dengan begitu, aturan ini diharapkan meminimalkan penyebaran virus. Sebab, belakangan ini, kata Saleh, penyebaran virus secara masif terjadi pada akhir pekan.

Pemprov DKI Jakarta pun akan mengkaji usulan ini. "Nanti tentu DKI Jakarta akan melakukan kajian, analisa, nanti Pak Gubernur juga memimpin rapat-rapat internal apakah usulan dari DPR RI dimungkinkan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta.

Politikus Gerindra ini menilai lockdown akhir pekan merupakan gagasan yang baik. Lebih lanjut Riza menerangkan gagasan ini telah diterapkan di negara Turki. Ia pun mendorong agar DPR juga mengajukan opsi ini ke pemerintah pusat.

"Itu usulan dari teman-teman di DPR RI. Usulan ini mengacu pada apa yang dilakukan oleh Turki. Di Turki ada lockdown weekend Sabtu-Minggu, silakan saja itu kami serahkan kepada teman-teman DPR yang mungkin sudah sampaikan ke Kemenkes, BNPB, pemerintah pusat," ujarnya

"Kami pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta meyakini program-program usulan dari siapapun termasuk teman-teman DPR RI akan dipertimbangkan dengan baik, pemerintah pusat memiliki para pakar, para ahli yang akan terus membuat kajian, analisa apakah memungkinkan Jakarta lockdown akhir Minggu, Sabtu-Minggu," sambungnya.

Riza pun menyadari selama ini warga DKI Jakarta kerap beraktivitas di luar rumah di akhir pekan. Bahkan pihaknya selalu mewanti-wanti masyarakat agar tetap beraktivitas di dalam rumah demi memutus penyebaran COVID-19.

"Memang faktanya di Sabtu-Minggu karena perkantoran tutup banyak warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah. Tidak hanya ke pasar, ke mal, tapi juga ke tempat-tempat rekreasi, termasuk berkunjung ke sanak saudara, termasuk juga ke luar kota. Ini semua dapat menimbulkan interaksi yang pada akhirnya terjadi kerumunan yang dapat berdampak pada penyebaran COVID. Untuk itu, memang kami selalu minta di masa-masa libur Sabtu-Minggu kami minta juga tetap berada di rumah," ucapnya.

Namun, saat ini Pemprov DKI Jakarta tetap menjalani kegiatan PPKM. Hal ini, sebut Riza, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

"Namun demikian, sekarang ini kan ada kesamaan periodisasi per 2 minggunya dan juga substansi daripada materi PPKM maupun PSBB. Kita sekarang sama-sama terjadi koordinasi sinergi yang lebih baik. Tentu kami akan mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota," jelasnya.

Itulah berita detikTravel terpopuler hari Kamis kemarin (4/2/2021). Kemudian juga ada artikel soal kewarganegaraan anak yang lahir di pesawat.

Berikut berita detikTravel terpopuler lengkapnya:



Simak Video "Kedubes Arab Saudi di Belanda Ditembaki!"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA