Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Mar 2021 15:17 WIB

TRAVEL NEWS

Heboh Taksi Helikopter di Jakarta, di Papua Ada Heli Gado-gado

Hari Suroto
detikTravel
Penyewaan helikopter di Papua
Helikopter di Papua Foto: Hari Suroto
Jayapura -

Saat ini sedang heboh taksi terbang HeliCity Bandara Soekarno-Hatta. Penggunanya bisa menyewa helikopter menuju Bandara Soetta, jadi perjalanan bisa lebih cepat, tapi jadi lebih mahal pastinya.

Jika di Pulau Jawa sewa helikopter seperti ini bisa bikin heboh, di Papua adalah hal yang biasa, bukan hal yang mewah tetapi kebutuhan, namun kebutuhan.

Seperti diketahui kondisi alam Papua yang bergunung-gunung, sebagian daerah masih terisolir.

Sehingga helikopter menjadi sarana transportasi yang penting, terutama wilayah di pedalaman yang tidak memiliki lapangan terbang, namun pasti mereka memiliki lapangan sepak bola yang bisa didarati helikopter.

Home base helikopter yang bisa dicharter yaitu Bandara Sentani, Bandara Mopah Merauke, Bandara Moses Kilangin Timika, Bandara DEO Sorong, Bandara Rendani Manokwari, Bandara Wamena dan Bandara Aturure Douw Nabire.

Jenis helikopter di Papua yang bisa disewa ragam jenisnya, mulai dari buatan Rusia, As hingga PT Dirgantara Indonesia.

Helikopter ini yaitu Helikopter Bell 212, Bell 407, Eurocopter AS 350, Bolkow 105 dan yang paling besar yaitu Mil Mi-8 Rusia.

Penyewa helikopter ini yaitu KPU untuk distribusi logistik pemilu, dinas kesehatan untuk distribusi alat kesehatan (alkes) dan tenaga medis, perusahaan multinasional, para pendulang emas tradisional dan masyarakat umum.

Seperti diketahui sebagian pedalaman Papua memiliki potensi emas yang tinggi. Sebagai contoh pendulang emas dapat dijumpai di Degeuwo, Kabupaten Paniai dan Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Untuk menembus daerah sulit Degeuwo, para penambang menyewa helikopter dari Nabire dengan ongkos sewa Rp 50 juta untuk sekali jalan.

Helikopter ini disebut juga heli gado-gado. Helikopter ini disewa secara patungan oleh para penambang.

Heli gado-gado biasanya disewa oleh empat hingga lima orang saja. Dalam satu hari, helikopter gado-gado bisa terbang sekitar delapan hingga sepuluh kali pergi pulang Nabire-Degeuwo, dengan jarak tempuh 30 menit perjalanan udara.

Ongkos sewa helikopter di Papua juga dihitung berdasarkan jam, untuk satu kali sewa dengan ongkos Rp 70 juta per jam.

Kadang, sewa helikopter dengan sistem paket, yaitu untuk bolak-balik 8 kali terbang ongkosnya Rp 300 juta.

Bahkan di Papua, kopi diangkut menggunakan helikopter.

Untuk mengangkut biji kopi arabika Amungme dari Kampung Oroanop, Tsinga, Hoya dan Kampung Banti yang berada pada 2.500 mdpl, digunakan helikopter Chopper dengan ongkos sewa USD 3.000 per jamnya.

----

Hari Suroto

Penulis di Balai Arkelogi Papua



Simak Video "11 Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Militer di Turki"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA