Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Apr 2021 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Yoni Raksasa yang Baru Ditemukan Jadi Ikon Baru Magelang

Eko Susanto
detikTravel
Yoni raksasa yang sekarang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang
Yoni raksasa di Magelang (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Yoni raksasa yang berada di Dusun Culengan, Desa Gondang, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jateng,berhasil dievakuasi. Yoni seberat 5 ton lebih itu akan dijadikan ikon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang.

Kepala Sub Kelompok Pengamanan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Harun Al Rosyid, mengatakan yoni dan lingga, yang kerap dihubungkan dengan kesuburan, yang berada di Dusun Culengan, Desa Gondang, menyebut proses evakuasi yoni raksasa itu membutuhkan waktu selama empat hari. Yakni, Kamis (1/4/2021) sampai Minggu (4/4).

Lingga merupakan gambaran dari laki-laki karena bentuknya yang mirip dengan alat kelamin pria. Lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Adapun Yoni menggambarkan perempuan karena bentuknya mirip dengan alat kelamin perempuan. Diartikan juga sebagai simbol kesuburan perempuan.

"Yoni dan lingga di Dusun Culengan sudah kita lakukan pengamanan dan penyelamatan serta sekarang diamankan untuk disimpan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang," kata Harun saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

"Tanggal 1 kami menggunakan crane dari Dinas Pekerjaan Umum Magelang, namun tidak terangkat. Kemudian, ditambah hari kedua memakai katrol 5 ton sampai hari ketiga. setelah itu, hari keempat pakai katrol tambah katrol 10 ton yang milik BPCB. Jadi, itu (pengangkatan) kerja sama BPCB dan Pemkab Magelang," dia menambahkan.

"Ini (beratnya) 5 ton lebih. Yoni dengan ukuran besarlah," tutur Harun.

Yoni raksasa yang sekarang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MagelangYoni raksasa yang sekarang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Harun menyebutkan yoni itu memiliki sejumlah keistimewaan. Yakni, diceratnya ada relief nandi berdiri di sisi kanan dan kiri, ukurannya yang amat besar, dan bagian atas lingga berupa segi delapan.

"Untuk mengangkatnya jelas mengalami kesulitan, yang pertama lokasinya sempit, terus yang kedua kontur tanah lembek, gembur, terus ketiga beratnya yoni itu kan 5 ton lebih sehingga berapa kali seling di katrol sempat beberapa kali putus," kata Harun.

Ditemui terpisah, Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, mengatakan pengangkatan yoni tersebut membutuhkan perjuangan. Yoni yang terbesar ini nantinya akan dijadikan ikon di Disdikbud.

"Ini kita sudah angkat dari Desa Gondang. Penuh perjuangan hingga beberapa kali rantai putus karena ini terbesar. Sebetulnya mau diambil di Jawa Tengah (BPCB), tapi kita pikir karena ini yang terbesar kita amankan saja dan kita Insya Allah rawat. Sebagai ikon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

"Kita punya banyak sekali yoni yang masih tercecer. Harapannya nanti lama-lama teridentifikasi dan mungkin tidak hanya itu, ada beberapa cagar yang akan kita bawa ke sini. Sudah kita lobi-lobi, di Pemda ada beberapa tidak semata-mata untuk hiasan, tapi akan menjadi ikon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," tuturnya.

Untuk saat ini yoni berada di samping pos satpam. Nantinya, akan dibuatkan pagar dan atap.

"Sementara di situ cuma belum mapan itu karena diperkirakan 4-5 ton tidak semudah yang kita bayangkan (penempatannya). Insya Allah kita rawat hanya ini belum finishing. Nanti kita beri atap dan pembatas agar rapi sekaligus menambah aksesori di gedung ini," kata dia.



Simak Video "Berkat Medsos, Kakek asal Magelang Ditemukan Usai 30 Tahun Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA