Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Apr 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Menguak Cara Tunawisma Tinggal Belasan Tahun di Bandara

Tunawisma bandara
Tunawisma bandara, Mehran Karimi Nasseri (Foto: CNN)

Kemudian ada kisah Sanjay Shah. Shah melakukan perjalanan ke Inggris pada Mei 2004 dengan paspor warga negara Inggris di luar negeri.

Namun, petugas imigrasi menolak masuk karena jelas dia bermaksud untuk berimigrasi ke Inggris. Ia lalu tinggal di sana selama beberapa bulan karena jenis paspornya tak diizinkan.

Ia lalu dikirim kembali ke Kenya. Shah takut meninggalkan bandara karena telah menyerahkan kewarganegaraannya.

Dia akhirnya bisa pergi setelah tinggal di bandara lebih dari setahun ketika pejabat Inggris memberinya kewarganegaraan penuh.

Baru-baru ini, pandemi virus Corona telah menciptakan penghuni bandara baru jangka panjang yang tidak disengaja. Misalnya, seorang warga Estonia bernama Roman Trofimov tiba di Bandara Internasional Manila dengan penerbangan dari Bangkok pada 20 Maret 2020.

Pada saat kedatangannya, otoritas Filipina telah berhenti mengeluarkan visa masuk untuk membatasi penyebaran COVID-19. Trofimov menghabiskan lebih dari 100 hari di bandara Manila sampai kedutaan Estonia memberinya fasilitas penerbangan repatriasi.

Ada beberapa orang secara sukarela berusaha menjadikan bandara sebagai tempat tinggal jangka panjang mereka.

Bandara besar di Amerika Serikat dan Eropa telah lama berfungsi sebagai tempat penampungan tunawisma.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA