Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Apr 2021 18:12 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: Wisata Kosong Kita Disalahin, Penuh Juga Disalahin

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)
Jakarta -

Pemerintah memberlakukan larangan mudik namun di sisi lain tempat wisata boleh dibuka. Hal ini menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengungkapkan kekhawatirannya jika wisata dibuka saat mudik dilarang. Hal ini ditanggapi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Banten memiliki banyak potensi wisata yang strategis, terutama bagi warga Jakarta. Sehingga protokol kesehatan benar-benar harus diterapkan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Betul yang disampaikan Pak Gubernur bahwa yang harus diketati, yang harus kita ketatkan ialah protokol kesehatannya jadi di masing-masing destinasi, kita harus pastikan para pengelolanya itu melakukan sesuai dengan protokol kesehatan," kata Sandiaga Uno dalam program Mata Najwa Trans 7.

Namun, Sandi mengungkapkan situasi ini seperti buah simalakama. Saat wisata kosong, yang terdampak adalah para pelaku usaha pariwisata, namun saat penuh ada kekhawatiran kenaikan kasus.

"Memang ini buah simalakama, kosong kayak sekarang ini kita disalahin, penuh juga disalahin," kata Sandi.

Bagi Sandi, langkah pemerintah dalam menerapkan PPKM Skala mikro sudah menunjukkan hasil. Kini adalah bagaimana kita beradaptasi dan terus memastikan penerapan protokol kesehatan.

"Karena menurut saya, pariwisata itu bukan part of the problem, justru pariwisata itu part of the solution kalau kita bisa menerapkan protokol yang ketat dan disiplin," kata Sandi.

"Memang di lapangan ini yg akan diuji. Tapi tentunya kita tidak akan berpikir dua kali jika pemerintah dengan data-data yang ada oke kita untuk memastikan supaya tidak ada peningkatan penularan COVID, kita mengambil langkah abc, kita beradaptasi lagi," tambahnya.

Penerapan protokol kesehatan memang akan sulit dilakukan. Namun bagi Sandi pemerintah harus tegas dalam menghadapi situasi yang dihadapi.

"Karena kita melihat angka ini terus bergerak kan jadi kita memang harus lebih fleksibel, kita beradaptasi di lapangan juga yang pasti sulit. Saya pernah jadi kepala daerah, saya tahu bagaimana mengkondisikan situasinya dan kuncinya pak presiden saat sidang paripurna kita harus tegas," kata Sandi.

"Kolaborasinya nanti Pak Gubernur (Banten), saya koordinasi lagi dengan pak Gubernur dan juga nanti dengan Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah kita koordinasikan agar tidak ada kesalahpahaman di lapangan," tutup Sandiaga Uno.



Simak Video "Cerita Lika-liku Sandiaga Uno Raih Gelar Doktor dengan IPK Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA