Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Mei 2021 12:55 WIB

TRAVEL NEWS

Kajian Kemenparekraf: 25 Persen ASN Work From Bali

Antara
detikTravel
Pura Ulun Danu Bratan at sunrise, famous temple on the lake, Bedugul, Bali, Indonesia.
Foto: (Thinkstock)

FOKUS BERITA

Work From Bali
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat kajian terkait 25 persen ASN bisa melakukan Work From Bali. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan, untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, yang paling mudah didorong adalah ASN. Namun anggaran yang dialokasikan akan sangat besar.

Dalam kajian yang dibuat, disebutkan bahwa dengan 50 persen pegawai melakukan Work From Home (WFH), maka dari jumlah itu bisa dibagi menjadi dua, sehingga 25 persen bisa Work From Bali.

"Kajian kami sekitar 25 persen work from Bali" kata Vinsesnsius dalam konpers virtual, dikutip dari Antara.

Menurut Vinsensius, pekerjaan yang rutin seperti kesekretariatan atau rapt-rapat bisa dikontrol dari Bali. Misalnya, jika rapat dilakukan secara hibrida, maka untuk offlinenya dilaksanakan di Bali.

Adapun rekomendasi dari pihaknya, pegawai yang ditugaskan tidak membawa keluarga agar protokol kesehatan bisa diawasi dengan lebih baik.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo R.M Manahutu mengatakan terkait kebijakan Work From Bali, pemerintah bertujuan untuk membangun kepercayaan yang dimulai dari tujuh kementerian di bawah Koordinasi Kemenko Marves.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa mengemukakan, Bali telah membangun kepercayaan, antara lain, melakukan sertifikasi secara luas kepada pelaku isaha dan pegawai pariwisata untuk penanganan COVID-19.

Sedangkan menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung, puluhan hotel akan digunakan untuk program tersebut. Lebih dari 500 UMKM dilibatkan.

"Kami mengelola kawasan Nusa Dua. Masyarakat yang ada di sekitar Nusa Dua juga memprihatinkan karena 1,5 tahun terakhir mengalami pengurangan pendapatan karena selama ini hidup dari sektor pariwisata," kata Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) Arie Prasetyo.



Simak Video "Sandiaga Klaim Work From Bali Tak Bikin Anggaran Kementerian Boros"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)

FOKUS BERITA

Work From Bali
BERITA TERKAIT
BACA JUGA