Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Sep 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Ketika Laut Pantai Selatan Jawa 'Glowing' Bercahaya

bonauli
detikTravel
Cahaya di air oleh aktivitas plankton
Ilustrasi laut bercahaya (Thinkstock/Getty Images/ABC Australia)

Apakah long wave solar radiation?

"Ketika siang hari antara pukul 06.00 hingga 18.00, lautan di kita yang tropis akan menerima energi sinar matahari. Energi sinar matahari ini adalah suatu bentuk dari energi gelombang pendek atau sering disebut sebagai short wave solar radiation'," kata Widodo.

Energi matahari tersebut yang masuk ke dalam air laut akan disimpan sementara oleh air laut. Nantinya, energi ini akan dilepaskan kembali ke angkasa menjadi long wave solar radiation ketika malam hari.

"Semakin asin air laut atau semakin tinggi kadar garam dalam air laut, maka akan semakin tinggi dan lama energi matahari yang disimpan sementara waktu," dia mengungkapkan.

Jika dimisalkan ada 100% energi matahari yang masuk ke atmosfer, maka hanya sekitar 51% saja yang terserap oleh daratan termasuk lautan. Kemudian, sekitar 4% yang direfleksikan kembali ke angkasa oleh permukaan laut.

Pemodelan khlorofil di Pantai  Selatan Laut JawaPemodelan khlorofil di Pantai Selatan Laut Jawa Foto: (Widodo Pranowo/Istimewa)

"Melalui hasil riset saya yang sudah published di jurnal ilmiah Segara pada tahun 2005, terlihat olahan dari citra satelit pada 23 Agustus 2003. Di pesisir Selatan Jawa ada sejumlah masif fitoplankton yang mengandung khlorofil ditarik oleh arus pusaran (Eddy Current) menuju ke arah laut lepas. Nah, di situlah sebenarnya indikasi adanya upwelling," kata dia.

"Di gambar kanan, ada grafik time series dari 'kesuburan laut primer' sebagai hasil konversi dari kandungan klorofil di laut (lihat garis warna hitam), yang memiliki korelasi sangat tinggi dengan suhu laut pada kedalaman 10 meter (lihat garis warna merah). Korelasi tersebut ditandai dengan nilai korelasi yang mendekati angka 1, dan diperlihatkan pula oleh pola garis merah dan hitam yang hampir mirip," dia menambahkan.

Artinya, kemungkinan penyebab Milky Seas karena masifnya fitoplankton di kedalaman permukaan hingga kedalaman sekitar 10 meter dan dengan area yang sangat luas.

"Ketika semakin tinggi konsentrasi dari fitoplankton maka warna spektrum cahaya yang akan direfleksikan ke angkasa akan menjadi semakin terang atau putih mendekati warna susu, sehingga kemudian fenomena tersebut dikatakan sebagai fenomena Milky Sea," kata dia.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA