Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Sep 2021 09:23 WIB

TRAVEL NEWS

Kenal Lebih Dekat dengan Stasiun Favorit Pemudik, Stasiun Pasar Senen

Syanti Mustika
detikTravel
Stasiun Pasar Senen sebagai cagar budaya
Stasiun Pasar Senen. Foto: (Pradita Utama)

Paska mengelola perkeretaapian di Jakarta, SS mulai merenovasi stasiun-stasiun besar, tak terkecuali Stasiun Pasar Senen. Stasiun ini direnovasi oleh arsitek Van Gendt, dibangun 100 meter arah timor dari stasiun awal.

"Setelah diambil alih oleh SS, Stasiun Jakarta kota dan Stasiun Pasar Senen itu mengalami yang sama yaitu mengalami perubahan. Bangunan lama atau pertamanya kurang lebih itu berada di 100 meter ke arah barat dan bangunan baru ini (bangunan sekarang) berarti lebih maju 100 meter dari bangunan yang lama," tambahnya.

Stasiun Pasar Senen pun diresmikan pada tanggal 19 Maret 1925 melalui rangkaian beberapa acara. Bangunan saat ini merupakan rancangan dari Van Gendt.

"Stasiun Pasar Senen yang saat ini diresmikan tahun 1925 hasil renovasi oleh Van Gendt. Dia mengadopsi gaya Hnidis dimana memadukan arsitek Eropa dengan gaya lokal (Indonesia),"

"Hal yang menarik dari rancangan Van Gendt yang sekarang menjadi perbedaan Stasiun Pasar Senen dengan yang lain yaitu adanya peron island. Jadi itu dia terpisah sendiri itu tidak bergabung dengan bangunan stasiun itu kurang lebih mirip dengan yang ada di Amsterdam Central. Kalau di sana itu juga sama, yaitu 3 jalur berjajar dimana peron 1 dan 3 untuk naik turun penumpang dan peron kedua 2 untuk parkir," papar Hardika.

Daya tarik lain dari Stasiun Pasar Senen yaitu terowongan penyeberangan penumpangnya. Konon terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia.

"Selain merubah bentuk stasiun, Van Gendt juga mengakomodir dari peron satu ke peron yang lain dan dia menghubungkan penumpang ini melalui terowongan. Biasanya kan orang-orang melintas di atas jalur kan, sedangkan ini mereka melewati terowongan untuk sampai ke peron selanjutnya. Jadi yang ada pertama yang mempunyai terowongan penumpang itu Pasar Senin dan Stasiun Tugu di Yogyakarta," jelas Hardika.

Stasiun Pasar SenenProses pembangunan Stasiun Pasar Senen sekitar Mei 1924. Sebagai sebuah stasiun pulau, Nampak bangunan depan stasiun rampung dibangun. (dok Spoorwegstation op Java via KAI Heritage)

Asal nama Stasiun Pasar Senen

Ternyata penamaan stasiun berawal dari aktivitas pasar yang tidak jauh dari stasiun, yaitu Pasar Senen. Sesuai dengan namanya, Pasar Sene hanya beroperasi pada hari Senen saja. Fakta menarik juga nih, kebanyakan stasiun kereta api dibangun berdekatan dengan pasar dan juga terminal lho.

"Nama Pasar Senen diambil dari pasar yang tak jauh dari sini yaitu Pasar Senen," kata Hardika.

Stasiun Pasar Senen sebagai cagar budayaStasiun Pasar Senen sebagai cagar budaya Foto: (Pradita Utama)

Jika traveler pernah naik kereta dari Stasiun Pasar Senen, di ruang tunggu penumpang traveler bisa melihat perkembangan stasiun ini dari zaman awal dibangun hingga sekarang lho.

Stasiun Pasar Senen telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19930329.02.000810 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/ PW.007/MKP/05 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 Tahun 1993.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Cerita Mereka yang Pasang Badan di Balik Sibuknya Stasiun Pasar Senen"
[Gambas:Video 20detik]

(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA