Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Okt 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Ratusan Pria dan Wanita Telanjang Bulat di Gurun Israel, Ada Apa?

Tim detikcom
detikTravel
Foto: Pemotretan telanjang di gurun Israel (Getty Images/Amir Levy)
Pemotretan telanjang di gurun Israel (Getty Images/Amir Levy)

Salah satu model yang ada dalam proyek itu, Anna Kleiman (26), mengaku ingin bergabung karena mau memunculkan kesadaran publik akan krisis lingkungan.

"Rasanya sangat natural begitu Anda melepas pakaian Anda. Anda mungkin tidak ingin memakainya kembali," katanya.

Ahli teknis dalam proyek ini, Gil Shavit, menilai Tunick sudah sangat hati-hati mengambil gambar para model dari bahu ke atas untuk menghindari area personal yang dicat.

"Kami beruntung hari ini ada awan, jadi tidak terlalu panas," kata Shavit.

Shavit pernah terlibat dalam proyek Laut Mati karya Tunick pada 2011. Ia menyampaikan rasa terima kasih lantaran kembali ke lokasi itu.

"Menarik untuk dilihat. Spencer (Tunick) tidak bisa melakukan pekerjaannya tanpa kami," ucapnya.

Fotografer berusia 54 tahun itu mengunjungi Israel sebagai tamu Kementerian Pariwisata guna menggambarkan Laut Mati yang menyusut melalui subjek telanjang. Proyek ini disebut merupakan yang ketiga kali dia menggambarkan lokasi itu.

Pemilihan warna putih untuk menutup tubuh model terinspirasi dari kisah Alkitab mengenai istri Lot, yang disebut berubah menjadi tiang garam.

Menurut Direktur Pemasaran untuk Kementerian Amerika, Menteri Pariwisata Israel membiayai ongkos transportasi dan akomodasi Tunick. Sementara itu, Wali Kota Arad, Nisan Ben Hamo, membantu dengan mengerahkan staf dan mengeluarkan biaya lain.

Proyek itu di mata Ben Hamo seperti menegaskan Arad, sebagai kota 'liberal'.

Meski demikian, ia berharap pemotretan itu mendatangkan lebih banyak wisatawan dan membantu pemasukan guna membangun museum baru soal Laut Mati.

Tunick sendiri telah memotret lebih dari seribu model telanjang selama satu dekade lalu di lokasi Laut Mati. Laut Mati semakin surut, sekitar satu meter dalam setahun.

Israel dan Yordania telah mengalirkan air untuk pertanian dan air minum. Namun, ekstraksi mineral dan penguapan terjadi lebih cepat lantaran efek perubahan iklim.

Area air saat pemotretan pertama Tunick kini telah berbeda. Air itu telah berkurang, hanya menyisakan pasir berkerak dan lubang pembuangan yang menganga.

Namun, beberapa pemimpin Israel yang berhaluan konservatif menentang proyek itu dan menuntut Kementerian Pariwisata menarik sponsornya dari sesuatu yang mereka sebut "peristiwa kekejaman massal."

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Penampakan Lubang-lubang Raksasa Bermunculan di Tepi Laut Mati"
[Gambas:Video 20detik]

(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA