Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Okt 2021 21:07 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Kedekatan Keluarga Sukarno dengan Bali

Warga bersiap melakukan larung sesaji di Danau Bratan, Bedugul, Bali dengan latar belakang Pura Ulun Danu.
Ilustrasi Bali Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Putri Presiden Pertama RI, Sukmawati Soekarnoputri, akan menjalani prosesi pindah ke agama Hindu atau sudhi wadani. Salah satu pertimbangan Sukmawati memilih pindah ke agama Hindu karena sosok neneknya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.

"Iya (alasannya karena sosok nenek). Ibunya Bung Karno kan Ida Nyoman, bangsawan Bali," kata pengacara Sukmawati, Witaryono Reksoprojo, Jumat (22/10/2021).

Keluarga Sukarno memang dekat dengan Bali, anak-anak Sukarno dari kecil dikenalkan dengan budaya Bali saat mereka tinggal di Istana Tampaksiring. Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, pernah menceritakan soal kedekatan mereka dengan Bali.

"Nenek saya orang Bali jadi saya pun bagian dari orang Bali. Nenek saya adalah ibunya Bung Karno," ujar Megawati beberapa waktu lalu saat peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih.

Megawati mengatakan dirinya dari kecil sudah diajak ke Pulau Bali dan dikenalkan ke budayanya, seninya dan termasuk agamanya. "Sehingga saya sangat mengetahui yang betapa luar biasanya orang Bali itu dengan pengabdiannya kepada (Sang Hyang Widhi Wasa)," ujarnya.

Wisma Merdeka, Wisma Negara, dan Wisma Yudistira, Istana TampaksiringIstana Tampaksiring Foto: BPCB Bali

Megawati mengenang hal yang dilakukan orang Bali di istana Tampaksiring saat menyiapkan sesajen. Menurutnya hal itu adalah kenangan yang indah, karena Megawati turut merangkai sesajen.

"Ada orang Bali, Sang Ayu Made namanya, di Tampaksiring. Dia ditugasi bapak saya untuk selalu memberikan sesajen. Saya ikut bantu merangkai, meletakkan masih SD lah saya tanya, saya panggilnya Ibu Made, Ibu Made kenapa ini (Padmasana, tempat untuk bersembahyang dan menaruh sesajen-red) mesti dibuat tiga? Kalau yang atas atas katanya buat dewa-dewa, yang tengah untuk manusia, dan bawah untuk setan, hal-hal yang tidak baik. Kenapa di bawah diberi makan? Semua harus.. waduh saya pikir luar biasa filosofinya," ujarnya.

"Begitu indah agama mengajarkan kepada kita, makanya meski kita beragama Islam saya tidak canggung mengikuti acara agama di Bali," ujar Mega.

"Saya pernah di-bully. Bayangkan, dikatakan Ibu Mega agamanya tidak jelas," ujarnya lagi.

Merespons itu, ia mengaku, hanya tertawa. Pasalnya, menurutnya, masalah agama merupakan masalah personal dengan Tuhan.

"Saya ketawa saja masalah agama adalah masalah kita dengan yang di atas, tidak ada yang bisa membanding-bandingkan, itu menurut saya. Enggak ada yang bisa membanding-bandingkan itu menurut saya dan mudah-mudahan hal ini pun demikian dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," tutur Megawati.



Simak Video "Megawati Kenang Jasa Bung Karno Lahirkan Gaya 'Batik Indonesia'"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA